Kenangan Disetiap Hujan

Hujan jatuh lagi dari langitku, bunyinya yang menimpa kaca jendela
membuat hatiku gamang…………
kuhela tiras jendela, dan menatap butiran-butiran itu jatuh satu-satu,
menimpa kaca jendela, dan membuat luruh rasaku

kacaku buram karena hujan, seperti hatiku yang dingin karena kenangan
jika saja kusanggup menitipnya pada hujan, mungkin kenangan tentangmu
telah bergulir jauh mengalir ke muara ….. atau kemana saja ……..
tapi dia selalu ada disini bersamaku, dekat dengan hatiku
dekat dengan jiwaku, dan selalu tak mampu kuretas

Hujan terus menetes……. langitku hitam karenanya
bahkan bulan tak sanggup memunculkan dirinya
dan jiwaku tak sanggup bangkit dalam kubangan
kenangan yang terus berputar ….. semakin nyata

Saat itu hujan, dan ….. kau pergi dengan luka yang menganga
aku bahkan tak memanggilmu pulang, karena itu hal terbaik untukmu
kusaksikan hujan membasahi kepalamu, menguyupkan tubuhmu
kau bahkan tak perduli, hanya sekali kau berbalik, mungkin kau berharap
aku akan menarik kata-kataku ……. tapi sungguh
meskipun ingin, itu tak akan pernah kulakukan, ………..
bukan aku tak melihat lukamu, karena luka yang tertoreh di hatiku
lebih dalam dan lebih menyakitkan dari apa yang kusaksikan padamu!

Kau bilang aku bodoh, karena sanggup menipu hatiku
makianmu hanya makin membuatku merasa semakin terpuruk
luluh lantak rasanya diriku saat itu, tapi aku tak ingin kau tahu
kutelan semua air mataku, tak ingin kau lemah karenanya
karena sakitku adalah kuburan yang menganga bagimu, begitu selalu kau ucapkan

hujan makin deras, kuantar kau dengan doa
kiranya kau menemukan seseorang, yang lebih baik dan tidak lemah sepertiku

Iklan

2 Replies to “Kenangan Disetiap Hujan”

  1. mencintai rang yg kita cintai hanya bisa membuat kita sakit hati..

    cobalah, mencintai orang yg mencintai kita..

    sama halnya dengan..
    lebih baik di putusakn..
    dari pada memutuskan..

    krna jika kita yg memutuskan..
    ujung-ujungnya pasti akan ada penyesalan.. 🙂

    Suka

    1. Mencintai dan dicintai pada dasarnya sama indahnya, karena dua-duanya adalah pemberian Tuhan yang “Dahsyat”, agar tidak sakit hati, maka bunda hanya bisa menyarankan mencintailah dengan sederhana jangan melampaui cintamu kepada Tuhan, agar selalu ada space untukmu kembali dan mengadukan kesedihanmu pada Tuhan!!

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s