puisi Adagio: Anna Sovi + Rio Baskoro

Kunamai Puisi Adagio, meskipun persembahan ini bukan komposisi musik atau tarian tapi hanya bait-bait puisi yang kuingin di baca perlahan….. dinikmati tiap kata dan barisnya…… yang kuangkat dari catatan dan komenku di FB juga coretan sahabatku di Dunia Maya Rio Baskoro… Terima kasih sudah ikut berkontribusi.

Anna Sovi

Dan Bila Rembulan kehilangan alasan untuk bersinar,

dan gemintang akhirnya harus kehilangan binar,

biarkan rinduku terbang menembus langit mencari cahaya,

hingga nanti sinarnya jatuh tepat dihadapanmu

 

Dan jika embun harus kukuh diam diatas daun

dan pagi akhirnya enggan memberi senyum,

maka izinkan rinduku menyeruak fajar, menyibak awan

dan menghalau mendung yang ingin luruh di kaca jendelamu

hingga kau mengerti

rinduku tau kemana dia harus pulang

 

Rio Baskoro

Kenangan itu engkau, terluruh hujan

mengendap ingatan. Rindu menjaganya,

dari sendu yang menderu, dari pagi hingga malam berlabuh

membawamu dalam mimpi yang membuai penuh pilu

 

Anna Sovi

Kenangan selalu menggenang

jatuh satu-satu menetes dari ingatan, mengurai pelan

dari memori yang sesak. Mungkin itu dirimu

yang hanya berupa bayang

karena lamanya hati menanti

 

Rio Baskoro

Dari basah kenangan, aku menjelma pelukan

dari bayang hujan, mencoba menyelamatkanmu

dari gigil sebuah penantian…

 

Anna sovi

Ada tetes hujan yang menetes di pinggir jendela

memburamkan pandanganku

menatap kejauhan,

tapi penglihatanku tak bisa tertipu karena sosokmu

nyata terpeta di ingatan

 

Rio Baskoro

Tak perlu menatap jauh, cukup rasakan

tetesan hujan di balik jendela. Itulah

pelukanku yang basah

membasuh hatimu yang rindu sendu

 

Anna Sovi

Sejatinya aku tak akan menatap jauh,

karena rindu begitu dekat…

terasa denyutnya di dada, bahkan gigilnya

mampu bikinku beku

 

Rio Baskoro

Meski gigil rindu mampu membuatmu beku

semoga tak membekukan hatimu

sebab kemana lagi harus kumuarakan rindu

jika bukan pada hatimu

 

Anna Sovi

Jika hati muaranya rindu, maka kasih adalah hulunya

dan cinta adalah buhulnya, biarkan ku ronce

semua rasa menjadi buket karena pasti

indahnya melebihi pelangi, kupersembahkan untuk hiasan mimpimu

Rio Baskoro

Semoga indahnya tak melebihi dirimu

karena dirimulah rasa itu tumbuh

walau engkau ronce semua rasa

rinduku tumbuh sepanjang waktu

 

Anna Sovi

Andai bisa kuputar waktu atau kuhentikan

sebentar saja … agar bisa kuresapi tiap helai rindu yang mendera

karena helai-demi helai telah melilitku

hingga sesak membuatku serasa mati.

maka bebaskan aku dari rasa ini

dengan menggenggam lenganmu kuat-kuat

 

Rio Baskoro

Jangan lagi berharap memutar waktu, atau menghentikannya

rindu tak lagi menggenang, kini sudah menelaga

Mari genggan tanganku, kita arungi telaga rindu bersama

 

Anna Sovi

Kalau kau tau rasanya rindu,

maka artinya adalah satu

karena hanya sang pencinta yang mengerti rasanya rindu

ikutlah denganku atau aku yang ikut denganmu

karena tujuan kita sama

mengurai rindu sehelai demi sehelai

agar lapang dada ini dan memenuhinya

dengan cintya yang kita raup disepanjang langkah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s