Renungan (2)

unnamed

Pagi ini langit cerah, dingin yang terbawa angin pagi kutepis dengan baju tebal, syal dan kaus kaki hehehe…. ternyata benar bahwa aku sudah tua, tubuhku sudah sangat peka dengan hawa di sekelilingku. Kuseruput kopi pagiku dengan nikmat, sepotong roti dan beberapa iris mangga. Alhamdulillah kusyukuri anugerah Allah pagi ini karena aku masih tegak berjalan menuju kamar mandi, wudhu dan memenuhi panggilannya tepat setelah muazin menyelesaikan azan subuh. Kusyukuri karena aku masih tegak berjalan ke jendela menyibak gordin dan mengucap selamat datang pagi, selamat datang hari baru, semangat baru, harapan baru untuk menjadi manusia baru. Lanjutkan membaca “Renungan (2)”

Iklan

Renungan (1)

silhuet 4

Maka nikmat Allah yang mana lagi yang engkau dustakan? bahwa Allah mendengar semua doa hambanya, pasti tidak kita ragukan, hanya soal waktu.
Karena Allah sangat memahami kapan Dia akan memberi apa yang kita minta, dan kapan DIA mengijabah doa kita dengan sesuatu yang berbeda dari yang kita minta. Lanjutkan membaca “Renungan (1)”

Izinkan Kusapu Mendungmu

 

IMG-20171105-WA0043

Kita pernah mencoret satu nama yang menduri diantara kita,

yang akhirnya kau cabut paksa meski tetap meninggalkan nyeri.

Hanya duri kecil, tak berarti dan sakitnya juga tak lama.

Kita pernah menghapus nama yang membuat jurang diantara kita,

Kita tinggalkan tokoh itu dibelakang panggung

karena perannya memang sangat tidak penting.

 

Kini kita tinggal berdua, tak ada duri,

pun tak ada tokoh lain yang berusaha mengalihkan perhatian kita

Tapi jiwamu luruh, semangatmu runtuh dan aku sakit karenanya….

Hanya kita berdua, bayang kita saling berkelindan,

tapi ragamu tak mampu kuraih, apalagi pikiranmu

Karena matamu memandang sudut kelam

yang membenamkan segenap ruh kita dalam kegelapannya

Dan mengunyah semua kenangan yang kita ronce dalam kubangan,

yang tak mampu aku bangunkan dari dasar pikiranmu.

Aku ingin melihat senyummu, meskipun palsu,

menatap matamu meskipun tak lagi ada gairah dan muram,

berdiri disisi hatimu,  menyalakan suluh yang dulu kita nyalakan berdua.

Menguatkanmu dalam doa dan

mengusir kegelisahan yang menumpuk disudut-sudut pikiranmu.

Mungkin bisa tercetak kembali senyummu,

bahkan nyaring tawamu Terbawa angin sore,

menepuk hangat Hatiku yang tiba-tiba mendung

Mengusap embun yang jatuh di sudut mataku,

dan mengukir kegembiraan di hatiku

seperti riangnya kanak-kanak yang bisa memeluk beruang kesayangannya.

 

Jakarta, 9012018

 

Usah Kau Cemas

bayangan 2

Telah kutuliskan sajakku di angin pagi,

kau tak perlu cemas pada deru ranting

yang bergesekan karena lenganku tak akan

membiarkan tubuhmu terhembus angin….

 

Telah kurangkai sajakku di embun

yang pongah diatas daun,

kau tak perlu cemas pada bebatuan

yang dihamparkan di jalanmu

karena tubuhku sudah kunisbatkan

sebagai pengganti dirimu!!

 

Telah kutancapkan pena di bait-bait puisi

yang menyerupa hadirmu diruang pikiranku

Jangan kau cemaskan rasaku yang samar

karena sesungguhnya rasa itu

amat pekat di dada ini

 

Jika ku memilih diam, karena memang rasa ini

bukan untuk di umbar, cukuplah dia ada

dan menempati tempat terbaik di hati kita

 

 

 

 

Gerimis

wpid-di-bawah-hujan1

Langit pagi di buru rindu..

doa-doa terbang meski tanpa sayap,

embun berceceran diatas daun…

seperti takdir yang rebah di garis tangan ..

bagai puisi yang tak mampu ditulis oleh

mata pena kesedihan.

 

Harapan dan asa menggantung dilangit pikiran kita,

semangat membakar didada dan jiwa kita,

selalu ada cara untuk membumikannya,

seperti rindu yang memintal sua menjadi jawabannya.
Doa-doa juga akan menyatukan kita,

layaknya pelangi selepas gerimis

yang indahnya hanya dipahami oleh mereka

yang mengerti apa arti gerimis di kehidupannya…

Menulislah

menulis 1

Umur kita tak tau sampai kapan, karena itu bukan wilayah kita melainkan hak prerogatif Allah,  jadi aku berusaha mumpung diberi kesempatan, aku terinspirasi sebuah tulisan bahwa salah satu hal yang bisa membuat kita bisa hidup selamanya adalah MENULIS. Karenanya aku tampung semua muntahan kering ini dan membagi-baginya kepada yang berkenan😊 yang gak mau baca,  dilewatin juga gak ngaruh buatku hahaha…. karena umurku tidak akan menjadi lebih pendek jika semua penduduk bumi bersekutu untuk tidak membacanya hahaha….
Toh sajak2 khairil anwar bahkan tulisan besar beberapa orang justeru di gemari dan dicari pada saat penulisnya sudah almarhum.
So tidak ada juga beban buatku, aku harus menulis yang terbaik, toh aku tidak sedang ikut lomba menulis dan berniat untuk jadi juara, bebas saja dan sedapatnya aja, apa yang terlintas dan berkelindan di benak itulah yang aku tumpahkan, intinya yang aku tulis harus sesuatu yang bermamfaat minimal buat diri sendiri. Kata Pramudya ( tokoh yang buku2nya sempat dilarang untuk dibaca, tapi aku baca juga😊 karena penasaran, jadi jangan larang anakmu membaca, karena rasa ingin tahunya akan menabrak semua laranganmu) bilang begini: ORANG BOLEH PANDAI SETINGGI LANGIT, TAPI SELAMA TIDAK MENULIS, DIA AKAN HILANG DARI SEJARAH. MENULIS ADALAH BEKERJA UNTUK KEABADIAN.
Nah… itu salah satu motivasi yang membuat aku getol menulis apa saja😊 aku tak ingin hilang dari sejarah begitu saja, lenyap bersama tanah yang akan menutup ragaku. Aku bukan siapa2, bukan pejabat yang berjasa dan mendapat kehormatan untuk dimakamkan di TMP, aku juga bukan orang besar yang membuat hal besar sehingga sejarah akan memasukkan namaku dalam buku2 teks pelajaran, aku hanya perempuan biasa yang menoreh sejarah kecil dalam kehidupan keluarga, yang terus berdiri kokoh dan berusaha sekuatnya mengukir kisahnya untuk dikenang oleh orang2 tersayang di sekitar, berusaha survive dalam ingatan setiap orang yang pernah ditemui minimal dikenang sebagai orang yang suka tersenyum, berusaha kuat membuat orang yang kutemui lebih ringan perasaannya, melupakan masalahnya dan lebih cerah wajahnya dari sebelum bertemu diriku. Yang berusaha kuat untuk tidak membagi kepusingan, tidak membagi keluhan, tidak membagi wajah kusut dan semoga terus bisa dibimbing agar tidak menyakiti perasaan dan hati orang lain. Anakku bertanya, “Bagaimana kalau tetap ada yang merasa terganggu dan tidak suka?” Aku bilang “Itu bukan urusan kita nak, itu urusan dia dengan hatinya yang sumuk dan sempit, toh kita sudah berusaha untuk tidak menyakiti dan berdekatan” yah… aku termasuk yang percaya bahwa Allahku hebat, karena DIA telah mengatur bahwa Air tidak akan bisa berdekatan dengan minyak. Selama kita membuat diri kita serupa air maka kita akan dijauhkan dari mereka yang menyerupai minyak begitu sebaliknya. Toh dalam interaksi alam akan menyeleksi dengan sendirinya siapa berteman dengan siapa, siapa yang dekat dengan siapa dan siapa yang jauh dengan siapa…. subhanallah, berlakulah sekehendaknya….

menulis 2
So saya akan tetap menulis apa saja, seperti kata TERE LIYE, ” Menulislah selama kita yakin tulisan kita bisa mengubah, tulisan kita bisa menghibur, tulisan kita bisa menemani. Menulislah dengan keyakinan tulisan itu bisa mengubah, menghibur dan menemani. Jangan pedulikan jumlah komen, jumlah like, jumlah pengunjung. MENULISLAH. Karena dunia akan jadi jauh lebih baik jika lebih banyak orang yang pintar menulis bukan pintar bicara” 😃
Nah 2018 aku akan lebih banyak menulis, berpacu dengan waktu, memamfaatkan waktu lebih banyak untuk menampung muntahan2 kering dan pikiran2 yang menyesakkan pikiran dan dada… mengkanalisasi semua pikiran-pikiran dan ide yang terasa, terlihat dan terdengar agar tidak membuat otak mengecil dan kisut hehehe
Salam literasi sahabat Indonesia 😉😉😉

Love you so much….

Lihat dan Tandai Nak

bunda

Lihatlah nak,

gerimis menjura pada senja yang sederhana.

Begitu sejatinya kita sebelum raib di pelukan maghrib…..

Tengoklak nak,

jingga cakrawala menunduk hikmat pada cahaya rembulan.

Seperti itu mestinya kita pada suara kebenaran

sebelum lenyap oleh angkuhnya rasa egois…..

 

Tandailah nak, ….

senja selalu datang dengan rendah hati

Memadamkan cahaya matahari yang angkuh,

meski akhirnya esok dia akan hadir lagi

mengibas pias warna rembulan.

 

Tandailah nak,…

fajar yang menemui kita esok adalah keindahan semesta,

yang disuguhkan agar kita menyadari

kita tengah di beri kesempatan satu hari lagi,

diberi saat untuk merangkai cinta dan memilin rindu

Yang burai di hati kita pada pemilik semesta…

 

Dan Sujudlah nak….

Untuk semua hal indah yang kita lihat dan tandai..

Karena senja adalah milik kita

Sementara malam adalah saat dimana doa

kita terbangkan ke langit walau tanpa sayap……..