Menjemput maut

00jb052KuOJ[1]
“Allahuma ar zukna Hubbak, wa hubba man yu hibbuk, wa hubba ‘Amalin solihin, yukorribuna ila hubbik.”

Ya Allah, aku mohon cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaimu dan cinta orang yang beramal sholeh yang mendekatkan aku kepada CintaMu

Kehidupan dunia yang begitu kita agung-agungkan, ternyata tiada abadi, hanya dalam hitungan menit, Sumatra Barat luluh lantak oleh gempa bumi yang dahsyat, siapa yang pernah membayangkan bahwa kematian itu begitu dekat? Siapa yang pernah membayangkan jika sore yang cerah kemudian berubah menjadi jerit kematian?Tak seorangpun, Setiap kita mendengar ada bencana, setiap kita membaca tentang kematian begitu sedikit kita yang memikirkan bahwa itu signal Tuhan bagi kita, dan tanda agar kita juga bersiap-siap menjemput maut, apakah dengan sebab yang sama atau dengan sebab yang lain. Karena kematian adalah sebuah keniscayaan yang akan di alami oleh setiap mahluk yang ada di muka bumi. Lanjutkan membaca “Menjemput maut”

Iklan

Reposisi dan Regenerasi Perpolitikan Sulawesi Tengah

Keluarga Besar Perhimpunan PII Sul-Teng
Keluarga Besar Perhimpunan PII Sul-Teng

Judul di atas adalah tema Orasi Ilmiah yang diantarkan oleh Dr.H.Nadjamuddin Ramli,MSI salah satu pengurus di Pelajar Islam Indonesia pada tahun 90 an dan sekarang beliau telah bertugas sebagai staf di Departemen Pendidikan Nasional, pada acara halal Bi halal yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar PII Wilayah Sulawesi Tengah Di Swiss Bel Hotel. Lanjutkan membaca “Reposisi dan Regenerasi Perpolitikan Sulawesi Tengah”

KUMPULAN PUISI

Lembah Palu
Lembah Palu

JIKA SAAT KU TIBA
Jika aku tiba di persimpangan
kuingin tanganMu membimbingku
Merenggutkan keraguan yang bertahta
Mengibas jauh bimbang yang tertanam jauh
di relung kalbu.

Jika aku tiba di puncak kerinduan
Kuingin kau penuhi cawanku dengan
manisnya madu syurgawi
Kau tangkup aku dalam genggaman syahdu
nada kebesaranMu

Biarlah kau jadi mataku, denganMu aku melihat
kebatilan yang telah meluluh lantakkan
kemanusian hingga ketitik nadir.

Biarlah Engkau menjadi pendengaranku,
denganMu aku sanggup mendengar bisikan
angin yang bertasbih atas namaMu.

Biarlah Kau ada dalam penciumanku,
hingga sanggup kubaui aroma kesturi dari wangi syurgaMu

Biarlah kau ada dalam langkahku,
denganMu ku tapaki jalan Taqdirku

Biarlah Kau ada dalam hatiku,
mendirikan singgasana hingga tak satupun penyakit hati
sanggup tinggal di dalamnya

Biarlah Kau ada dalam denyut nadiku, hingga irama suci
denyutnya adalah kidung yang memuji asmaMu.

Jika aku sampai di ujung umurku…..
Aku ingin terlelap dalam rengkuh damaiMu
Tanganku dalam bimbinganMu
CintaMu menaungiku
dan cahayaMu menerangi gelapnya jalanku.

Palu, 27 Ramadhon 1430 H
Lanjutkan membaca “KUMPULAN PUISI”

LIMPAHI AKU CINTA

LIMPAHI KAMI CINTA
LIMPAHI KAMI CINTA
Ku jelang pagi dengan seribu asa,
kutapaki hari merenda rindu,
layaknya siang menanti malam,
bagaikan surya meniti sepanjang siang
pelan……..pasti…… dan selalu terduga hingga senja.

Saat hati telah tertaut dan menyadari keagunganMu
gemetar sukma oleh rasa yang menyiksa,
menggigil jiwa karena cemas
Kasih………
Isi kosongnya kalbuku dengan zatMu
Penuhi rasaku dengan CintaMu
dan hapus dahagaku dengan air syurgaMU

Sayang…………………
Kusadari kutak pantas menggantung tinggi asaku
Kufahami ku tak layak bersanding di sisiMu yang agung
Tapi ku tak sanggup berpaling dari kuasaMU
Ku tak kuat menahan rindu yang bergelora,
gairah yang meletup dan membakar birahi kagumku pada ciptaMu
Kasih……….
Peluk aku erat dalam lengan perkasaMu, hingga cemasku sirna
Dekap aku sekuatnya sampai gigilku lenyap
Sentuh dan ciumi aku dengan segala rasa,
hingga aku cair dalam mulianya zat Mu
Biarlah aku luluh dalam keabadianMu
izinkan aku sirna dalam keagunganMU
bahkan lenyap tak berbekas karena kita telah bersatu.

Palu, 20 Ramadhon 1430 H

Lanjutkan membaca “LIMPAHI AKU CINTA”

REUNI

Bila membaca kata-kata itu pasti di benak kita muncul suatu aktifitas yang sangat heboh, menyenangkan dan menggembirakan hanya itu, sekali lagi hanya itu, kalaupun ada kesedihan, sejenak karena kita terus mengingat sahabat yang sudah tidak mungkin menghadiri acara itu karena telah memenuhi panggilanNya. Motivasi melaksanakan acara itupun macam-macam, dari sekedar pengin bernostalgia, rindu pengen bertatap muka dengan teman-teman lama, sampai keinginan untuk membuktikan sejauh mana keberhasilan teman-teman yang pada waktu lalu,sering kita tempeli gelar madesu ( masa depan suram) Lanjutkan membaca “REUNI”