šŸ’Karena Apa yang kau lihat, bisa jadi tidak sama dengan apa yang kau pikirkanšŸ’

Hari ini Aku tidak duduk dikursi yang biasa, Aku sengaja mengambil tempat duduk di sofa yang berhadapan dengan mushola, sehingga mudah jika sewaktu-waktu Aku mau meninggalkan tempat untuk sholat. Dari tempat Aku duduk dengan mudah mataku menangkap layar informasi keberangkatan maupun kedatangan, Aku juga bisa dengan mudah mencolok hp yang sebentar-sebentar sekarat batreynya, mungkin juga benar kata teman-temanku sudah waktunya hp ini di lembirušŸ˜ŠMenghargai yang memberi Aku tetap memakainya sampai memang tidak bisa lagi dipakai hehehe…. Lanjutkan membaca “šŸ’Karena Apa yang kau lihat, bisa jadi tidak sama dengan apa yang kau pikirkanšŸ’”

Waktunya Berubah

Saat-saat menjelang tidur malam seringkali terbit berbagai macam pemikiran, renungan bahkan inspirasi yang kubiarkan berkecamuk dan berkelindan dalam benak, acapkali ku coba pula menelisik, menganalisis dari berbagai sisi, dengan aneka prospek bahkan sering juga ku ekspresikan lewat tulisan-tulisan ( meski gak bermutu sihšŸ˜) tapi paling tidak, semua sudah kumuntahkan, sudah ku keluarkan biar tidak menyesekkan dada hehehehe…… Lanjutkan membaca “Waktunya Berubah”

Maafkan, Ikhlaskan dan Lepaskan

Hari ini banyak yang inboks terkait status yang kutulis di FB. Pertanyaan yang simple tapi tidak demikian dengan jawabannya. Pertanyaannya juga nyaris sama, bagaimana membersihkan hati? lama aku merenung mencari jawaban yang tepat sambilĀ  mencoba mengingat-ingat pelajaran yang ditinggalkan papaku. Karena aku kini juga tengah belajar dan terus belajar membersihkan hati. Bisa jadi tiap orang memiliki cara dan trik masing-masing untuk itu. Bukankah hanya kita dan Allah saja yang tau apa yang kita simpan atau apa saja yang berkecamuk dalam hati kita? Lanjutkan membaca “Maafkan, Ikhlaskan dan Lepaskan”

Terus Bersangka Baik

Subuh ini aku terbangun pukul 02. 25 dinihari. Masih banyak waktu untuk sholat, apalagi saya tidak perlu menyiapkan makanan sahur, toh saya bukan karyawan hotel yang dipekerjakan di food and beverage hehehe…. So habis sholat saya menuju ruang makan hotel, makan nasi 4 stau 5 suapan dengan telur mata sapi, balado ikan asin dan kembali ke kamar nonton tv dan mengupas mangga yang saya bawa dari palu. Saya masih berpikir tentang taqdir. Dan bagaimana trik yang paling sederhana untuk menghadapi ketentuan mutlak dan sama sekali tidak bisa diubah ini. Lanjutkan membaca “Terus Bersangka Baik”

Renungan (2)

unnamed

Pagi ini langit cerah, dingin yang terbawa angin pagi kutepis dengan baju tebal, syal dan kaus kaki hehehe…. ternyata benar bahwa aku sudah tua, tubuhku sudah sangat peka dengan hawa di sekelilingku. Kuseruput kopi pagiku dengan nikmat, sepotong roti dan beberapa iris mangga. Alhamdulillah kusyukuri anugerah Allah pagi ini karena aku masih tegak berjalan menuju kamar mandi, wudhu dan memenuhi panggilannya tepat setelah muazin menyelesaikan azan subuh. Kusyukuri karena aku masih tegak berjalan ke jendela menyibak gordin dan mengucap selamat datang pagi, selamat datang hari baru, semangat baru, harapan baru untuk menjadi manusia baru. Lanjutkan membaca “Renungan (2)”