Masih adakah hati didadamu?

Hanya dalam waktu singkat kotaku telah jadi kota mati. Hanya suara sirine yang mengangkut mayat wira wiri pertanda bahwa ada kehidupan…. jalanan sepi, semuanya lumpuh bahkan di siang hari😢

Berulang-ulang sahabatku menelpon apakah kami tidak berencana untuk keluar dari kota palu? Mengamankan diri untuk sementara? Aku hanya tersenyum kecut. Kami semua sudah bersepakat tidak akan kemana-kemana. Akan tetap disini sampai kota ini pulih seperti sedia kala. Entah kapan itu terjadi. Biarlah Allah yang menyelesaikan semua kisah ini. Apapun endingnya.
Saat ini dipengungsian beredar macam-macam berita yang mau gempa lebih besarlah, yang bakal ada sunamilah, sunami lumpurlah. Hingga masyarakat bingung yang mana berita benar dan mana yang hoax. Beberapa dari keluarga kemudian menelpon kesana kesini bagaimana agar bisa keluar dari palu dengan aman. Jalur udara, laut dan darat semua menjadi pertimbangan. Jalur udara satu2nya ikut terbang dengan hercules, tapi saat ini, itulah jalur yang sama sekali tanpa kepastian. Karena sementara jalur ini dipakai untuk mengangkut pasien yang sakit dsb. Jalur lautpun tidak selancar jalur lainnya. Dan mengharapkan jadwal kapal yang tidak jelas juga membuat frustasi. Satu-satunya yang pasti adalah jalur darat, meski bbm sulit paling tidak mereka bisa mengontak keluarga untuk mensuply bensin dari pasang kayu. Sehingga yang mereka sediakan minimal bensin sampai didaerah perbatasan sulawesi tengah dan sulawesi barat tersebut. Satu demi satu keluarga di pengungsian berangkat. Menjemput harapan di daerah yang menjanjikan keamanan dan kenyamanan.
Akibatnya, keadaan ini dimamfaatkan oleh para PENJAHAT KEMANUSIAAN untuk menjarah rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya. Kenapa saya mengatakan mereka tergolong Penjahat kemanusiaan karena orang-orang ini telah kehilangan hati nurani. Disaat orang tengah dilanda kepiluan karena kehilangan kerabat, kehilangan harta benda mereka bukannya peduli tapi memamfaatkan situasi. Jika yang mereka jarah bahan makanan maka pasti kita maklum karena memang banyak posko-posko yang belum mendapatkan bantuan sementara sudah hari ke enam pasca gempa dan tsunami.Tapi menjadi luar biasa karena yang mereka ambil spare part kendaraan roda empat, toko mas bahkan rumah-rumah yang masih berdiri utuh semua jadi sasaran penjarahan. Laknatullah atas orang-orang seperti ini. 😭
Semoga Allah menyentuh hati mereka dengan hidayah dan memahami bahwa ketidak pedulian dan kejahatan yang mereka lakukan akan menerima balasan sesuai dengan apa yang mereka semai….
Saya juga sangat memahami kenapa kemudian orang-orang berbondong-bondong keluar dan meninggalkan kota Palu. Karena mereka bertahanpun tak ada juga jaminan bahwa dalam waktu dekat semuanya akan kembali pulih. Sudah hari ke enam, listrik belum juga bisa kita nikmati, sementara kebutuhan air bersih semua tergantung dari nyala listrik. Kalaupun bisa ditarik dengan genset bbm juga sulit sekali di dapatkan. Sembako yang diharapkan akan di temukan dengan mudah seiring deru pesawat yang nyaris wira wiri setiap jam tidak pula mampir ke posko. Masyarakat jenuh di PHP. Terus di data minta KTP dan KK namun bantuan yang dijanjikan entah jatuh dimana? Mungkin tenggelam juga dalam lumpur atau juga di gulung tsunami serakah/ kemaruk dari mereka yang tidak bertanggun jawab😭😭
Duhai….. kemana gubernurku, walikotaku, bupatiku dan orang-orang penting yang bisa mengambil kebijakan dengan cepat?😢

Iklan

6 Replies to “Masih adakah hati didadamu?”

  1. Semua diberi ketabahan, kesabaran, dan kebaikan di balik musibah ini Mba.
    Saya tidak tahu bagaimana berkomentar pada keadaan begini, namun pastinya Allah telah mengaturnya.
    Semoga semua keluarga selalu dalam lindungan Allah, dan almarhum-almarhumah mendapat tempat di sebaik-baik tempat di sisi Allah SWT.
    Tiap baca tulisan Mba setelah musibah, saya urung berkomentar krn takut salah-salah kata. Kali ini saya kuatkan. Harap dimaafkan kalau ada yang kurang berkenan.

    Suka

  2. Turut prihatin mbak, semoga Palu, Donggala dan sekitarnya segera pulih. Amin…
    Doa kami untuk palu dan sekitarnya.
    Alhamdulillah, kami di Kalteng juga ikut membantu saudara kami yg terkena musibah.
    Tadi siang, sepanjang jalan menuju pangkalan Bun, warga bahkan siswa2 SMP turun kejalan utk mengumpulkan donasi buat saudara2 di palu dan Donggala.

    Buat saya palu dan Donggala adalah kota penuh kenangan. Hampir tiap bulan (sebelum thn 2017) selalu kesana.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s