Selamat jalan gadis penghafal Qur’an

Saya baru selesai mandi karena kegerahan habis masak, ketika buka WA dan salah satu sahabatku mengirim pesan minta tolong untuk menyelenggarakan jenazah salah satu dari 5 santri rumah Qur’an yang tertimbun rumah Qur’an.

Rumah Quran 3 lantai rubuh dan santri yang 5 orang tertimbun reruntuhan baru bisa dievakuasi di hari kelima.
“Ithaaaaa….. kau dimana say, saya butuh kau memandikan jenazah santri!” Begitu WA Bella. Sayapun bilang sudah otw begitu selesai dia menyebut posisi dimana dia berada. Chacha putri saya sibuk mencecar saya dengan berbagai pertanyaan, siapa yang meninggal, sudah berapa hari meninggalnya dsb. Sambil memakai jilbab saya menjawab pertanyaan.”Bunda kalau jenazah itu sudah berhari-hari sebaiknya jangan lagi bunda mandikan, itu para relawan yang mengevakuasi mereka kesini sudah di vaksin, bunda sama sekali tidak lho?” “Tapi ini kewajiban kita nak, memandikan, menyolatkan, menguburkan sesama muslim”. “Iya bundaku tapi bunda juga harus dengar pendapat para medis, tidak dianjurkan lagi bunda menyentuh jenazah tanpa pengaman, airnya saja sudah bahaya bagi bunda yang tidak divaksin” katanya masih cerewet. “Bunda kesana dulu, liat kondisinya nanti bunda info” kataku menghentikan semua kehawatirannya. Sayapun berangkat menuju posko pengungsian para santri rumah Quran.
Karena baru 1 yang bisa dievakuasi sedangkan yang dua lagi belum ada tanda-tanda maka sayapun memulai pekerjaan saya menggunting kafan.
Selesai barulah kami beranjak ke lokasi rumah Quran dimana jenazah Inayah, santri yang terkubur itu berada.
Disana terkumpul para relawan, tim medis juga keluarga santri, baik yang selamat maupun yang baru diupayakan untuk di evakuasi. Saat tahu bahwa kami akan memandikkan jenazah, seorang relawan memberika aku sepatu boat, memasangkan 3 lapis handskun. Dan menambah lapisan maskerku. Bella menunjukkan kantong jenazah yang tergeletak di bawah jendela kantor diantara tumpukan kursi dan meja kantor yang sudah rusak. Dalam kondisi darurat mustahil kami bisa memandikkan jenazah sepantasnya. Beberapa santri perempuan mengambil tripleks yang kami temukan dijalan, melapisinya dengan terpal dan Bella meminta aku menghamparkan kafan diatasnya. Persis di depan teras kantor. Saat ada yang tanya bagaimana airnya? Seseorang menunjukkan padaku 2 ember air, yang kalau kita pakai istinja saja pasti tidak terlalu bersih. 😭😭 ya Salam…
Anak saya kembali menelpon menanyakan kondisi jenazah, secara singkat aku ceritakan kondisi jenazah, bahwa jenazah masih utuh saat diangkat dan semua auratnya tertutup lengkap bahkan dengan kaos kaki, padahal menurut salah satu ustazah almarhumah tidak terlalu sehat dan di berbaring-baring saat gempa terjadi dan lantai diatasnya menimpa alamarhumah. Subhanallah “Bunda…. bicaralah dgn dokter yang ada disitu, atau mereka yg berpengalaman menangani jenazah di daerah bencana” kata anakku denga nada putus asa karena aku keras kepala. Akhirnya aku dan Bella Rahmat meminta untuk mendengar apa pendapat para relawan karena kebetulan dokternya sudah pergi istirahat. Intinya mereka membenarkan bahwa apa yang dikatakan chacha benar. Bahwa sebaiknya kami tidak kontak langsung lagi dengan jenazah apalagi kami sama sekali belum di vaksin dan hanya menggunakan peralatan sederhana. Akhirnya atas persetujuan keluarganya Inayah, santri cantik penghafal Qur’an itupun langsung diantar kepemakaman setelah lebih dahulu di sholatkan oleh keluarga. Semoga Allah menerimamu sebagai suhada, mengampuni semua kesalahannya dan menempatkan Inayah bersama orang-orang sholeh.
Pelajaran yang aku ambil hari ini adalah, siapapun dirimu, dimanapun kamu berada jika Allah berkenan dan ridho padamu maka dikirimkannya orang-orang yang dengan ikhlas akan mengurusmu, memandikanmu, menyolatkanmu sampai mengantarmu di peristirahatan terakhirmu, selamat jalan Inayah aku tidak mengenalmu nak😭 tapi demi Allah aku ingin melakukan semua untukmu…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s