Sholat di Masjid Istana Erdogan dan kunjungan ke Anitkabir (Moselium Kemal Attaturk)

makam attaturk3

Dari mesium Anadolu atau lebih dikenal mesium Anatolian rombongan kecil kami bergeser ke Masjid Presiden Erdogan. Masjid yang besar dan megah terletak disamping Istana presiden yang terkenal megah dan indahnya yang konon memiliki 1000 kamar. Masjid dengan menara dan kubah yang indah ini nyaris dikunjungi oleh begitu banyak orang setiap hari karena memang dibuka untuk umum.

Meski tentu saja tamu2 harus melewati penjagaan ketat dengan X-ray. Rombongan kami menyempatkan foto stop sejenak didepan masjid dengan beberapa teman wanita saya langsung menuju tempat wudhu, bersih dan resik. Disana-sini tersedia tong sampah berplastik, tisu dan bau harum menerpa penciuman kami. Mbak Wahida teman sekamar saya berseloroh ” beda yah di negara kita, batas suci dr tempat wudhu sampai ke dalam masjid’ di Masjid Erdogan kami boleh bersepatu sampai batas karpet dalam masjid. Tidak khawatir kehilangan sepatu karena disediakan locker untuk masing2 sepatu dan petugas yang setiap saat mengepel lantai masjid. Kami sholat tahiyatul masjid dan menyempatkan sholat dhukha.

Saya ingat kata2 papa saya, jika sekiranya kau mendatangi satu tempat maka usahakan kau sholat di tempat itu, karena di hari kiamat kelak tanah tempat sujudmu akan bersaksi bahwa anggota tubuhmu pernah sujud diatasnya” betapa meruginya kita sudah melakukan perjalanan jauh lantas tidak menyempatkan ke masjid terdekat. Dan alhamdulillah saya bisa sholat di masjid presiden Erdogan, salah satu tokoh yang fenomenal saat ini dengan kebijakannya yang berlawanan dengan kebijakan presiden pendahulunya Mustafa Kemal attaturk.

Dari masjid presiden kami melanjutkan perjalanan ke Anitkabir makam mantan presiden pertama Turki MUSTAFA KEMAL ATTATURK. Masuk di kompleks makam yang begitu besar dan luas kami juga diharuskan melewati X-ray. Selain Seluler semua harus di periksa. Kedatangan kami menambah banyaknya jumlah pengunjung
Mungkin ribuan pengunjung setiap hari datang ketempat ini. Dari manca negara bahkan siswa Tk hingga Smp dan sma yang baru saja lulus hadir disini dengan toganya.Tak ada konvoi motor sambil corat coret baju seragam seperti di kampung saya😊 remaja2nya berfoto kemudian masuk ke makam mantan presiden dan berdoa khusyuk disana, saya tidak tau apakah itu kebiasaan mereka setiap kali penamatan yg pasti banyak sekali pelajar dengan seragam dan toga yang berbeda hadir hari ini disini.

makam Attaturk2

Selain makam presiden Kemal Attaturk kita juga menemukan makam Prime Minister sekaligus sahabat Mustafa Kemal. Disamping gedung makam yang tinggi dan megah juga dibangun mesium Mustafa Kemal. Didalamnya akan kita temui banyak sekali peninggalan sang Mantan Presiden Turki ini. Mulai dari catatan harian beliau, koleksi pedang dan senjatanya mobil hingga kapal bisa kita temukan disini, juga akan kita liat miniatur ruang kerja beliau. Bahkan sepatu, baju kaos , dasi dsb pernak pernik kecil hingga ratusan foto dan patung yang memenuhi areal museum yg begitu luas.
Mustafa Kemal Attaturk adalah tokoh dunia yang dikenal karena langkah radikalnya menghapus ke khalifaan Ustmaniyah. Mustafa Kemal Attaturk juga bertindak radikal guna menghancurkan peradaban Islam.

Mustafa, sebagai Presiden Republik Turki yang sekuler, bertindak diktator dalam menjalankan pemerintahan. Ia menetapkan ideologi Negara menganut paham sekularisme. Atas dasar ideologi Negara ini, dia mengumumkan akan mengambil langkah-langkah kebijaksanaan untuk mencapai cita-citanya demi kepentingan Negara Turki Sekuler. Di antaranya ia mengambil langkah; menghapus syariah Islam dan tidak ada lagi jabatan kekhalifahan, mengganti hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum Italia, Jerman, dan Swiss, menutup beberapa masjid dan madrasah, mengganti agama Negara dengan sekularisme, mengubah azan ke dalam bahasa Turki, melarang pendidikan agama di sekolah umum, melarang kerudung bagi kaum wanita dan pendidikan terpisah, mengganti naskah-naskah bahasa Arab dengan bahasa Roma, pengenalan pada kode hukum Barat, pakaian, kalender, serta Alfabet, mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf Latin.

Selama berkuasa Mustafa kemal menggantung 30 orang ulama. Dan dengan angkuhnya dia mengatakan. “Ketahuilah, saya dapat membuat negara Turki menjadi negara demokrasi bila saya dapat hidup lima belas tahun lagi. Tetapi jika saya mati sekarang, itu akan memerlukan waktu tiga generasi,”. Dia juga mengambil kebijakan membuang keluarga Sultan ke Luar negeri dan tidak membolehkan mereka kembali ke Turki selama 50 tahun. Karena saat itu sebagian besar masih tunduk pada Sultan. Upaya Mustafa Kemal Attaturk yang menutup sebagian besar Masjid bahkan Masjid peninggalan Sultan Al Fatih dijadikan gudang adalah upayanya untuk menjauhkan bangsa Turki dari Islam.

Kebenciannya terhadap Islam mengantarkan Turki menjadi negara paling sekuler, tapi Itulah, kita akan memanen apa yang kita semai dan Mustafa kemal seperti yang ditulis Dr. Abdullah ‘Azzam dalam buku ‘Al Manaratul Mafqudah’, menjelaskan detik-detik menjelang ajal Mustafa Kemal Attaturk. Menurutnya, sebuah cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti. Dia juga terserang penyakit kelamin (GO). Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (ascites), dokter mencoblos perutnya dengan jarum. Perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak. Mukanya mengecil. Darahnya berkurang sehingga Mustafa pucat seputih tulang. Dalam buku sejarah yang lain disebutkan kematian Kemal dikarenakan akibat over dosis minuman keras. Ditambah lagi dengan berbagai penyakit seperti penyakit kelamin, malaria , sakit ginjal dan lever. Dia meninggal dunia pada 10 November 1938, kulit di tubuhnya rusak dengan cepat dan díganggu pula oleh penyakit gatal-gatal.

Dokter sudah memberi bermacam-macam salep untuk diusap pada kakinya yang sudah banyak luka-luka karena tergaruk oleh kukunya.
Anehnya dia takut sekali berada di istananya dan tubuhnya merasa panas maka ia ingin dibawa ke tengah laut dengan kapalnya. Bila penyakitnya bertambah, dia tidak dapat menahan diri kecuali menjerit sekuat2nya. Jeritan itu semakin kuat (hingga kedengaran di sekeliling istana). Dia berteriak kesakitan dalam sakratul mautnya dengan penuh siksa di tengah-tengah laut.

Membaca kisah Mustafa Kemal dan mengunjungi makamnya secara langsung membuat saya tunduk khikmat, memetik pelajaran yang tak kunjung habis. Bahwa kita semua juga akan melewati kematian sebagai sebuah keniscayaan. Begitu banyak contoh yang diperlihatkan Allah swt kepada kita dari mereka yang terdahulu, dari orang disekitar kita tentang bagaimana kita menjemput maut. Khikmat berdoa dan memohon kiranya Allah selalu membimbing dan menolong agar kehidupan yang sekali ini terisi dengan hal yang bermamfaat hingga hasilnya kita panen dikemudian hari kelak.

Sejarah Turki menjadi pelajaran buat kita bagaimana kita mengisi hidup kita, bagaimana kita bersosialisasi dan bagaimana kita menjalankan keyakinan kita. Seperti kata Fahruzin tour guide kami ketika saya bertanya kenapa di Baitullah saya lebih sering bertemu dengan jamaah haji Turki yang tua-tua, jarang sekali saya menemukan jamaah yang muda, dia tertawa dan bilang ” bahwa 80 persen penduduk Turki beragama Islam, selebihnya nasrani dan yahudi. Tapi muslimnya hanya agama ktp saja. Jadi muda foya2 dan setelah tua ingat mati dan bertobat di baitullah” ada2 saja hehehe…..
Saya mengakhiri tulisan ini karena Appetizer berupa sup ikan dan roti serta jeruk limau sudah tersaji di hadapan saya…. Hmmm… rasanya menu makan siang ini lumayan maknyus.. dan saya stop berkisah tentang Mustafa Kemal yang Fenomenal😎😎Kita bebas memilih seperti apa kita hidup, karena toh kita juga yang akan menghadapi akhir dari semua apa yang kita sudah awali.

makam Attaturk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s