Long Trip To Banggai Laut

kapal

Pagi ini saya terbangun jauh lebih awal dari pagi biasanya, deru mesin kapal motor dan ayunan ombak tidak membuat lelap, ditambah suhu udara yang agak panas yang tidak bisa dihalau oleh kipas angin..kamar kapal dengan ukuran 2 setengah meter kali 2 meter terasa semakin sumuk, aku membuka jendela kecil dan membiarkan udara malam masuk mengibas rambut serta leherku yang berkeringat, nikmat sekali rasanya menikmati semilir angin dini hari ditengah suara ombak yang dihantam lajunya kapal. Diluar pemandangan gelap, samar nampak gugusan pulau yang berdiri dengan bentuk yang misterius ditimpa sinar bulan, dari jendela kamar kapal yang kecil aku menyaksikan taburan bintang, berkelap kelip indah menggugah mata. Jam dipergelangan tanganku menunjukkan pukul 03.10 dan sedikitpun aku tidak mengantuk, padahal aku baru sempat tidur kurang lebih 45 menit.Ini kali keempat aku melakukanperjalanan ke Banggai laut .

kapal2

Setiap kali aku kesini aku merasakan suasana kebatinan yang berbeda. Menyenangkan dan aku menikmati sensasi aneh dipikiran dan rasaku. Seperti malam ini, terasa aku sendirian ditempat asing, tak punya apa-apa dan tak kenal siapapun, wajah-wajah asing yang kutemui sejak naik kapal hingga duduk dipinggir jendela malam ini, sesekali anak buah kapal lewat, mengangguk hormat kubalas dengan senyum.

Beberapa orang lalu lalang mungkin juga seperti aku yang tidak bisa pulas karena udara kamar yang panas dan lebih memilih untuk duduk dibangku2 pinggiran kapal atau duduk di anjungan sambil menikmati angin malam di bawah sinar bulan. Kesendirian dan rasa asing membuatku berpikir, betapa sepinya hidup tanpa siapa-siapa. Betapa berartinya orang-orang yang kita sayangi karena mereka dekat dan selalu ada di hati kita. Mungkin kita tidak bisa menyentuh karena jauh tapi kita telah meletakkan mereka di satu bagian hati kita dan hanya dengan mengingat saja kita sudah merasakan hangatnya hati kita karenanya. Terasa benar bagaimana Allah meletakkan perasaan kasih di dalam hati kita, sapaan sederhana sekedar menanyakan kabar, pesan kecil mengingatkan untuk sholat dan makan sudah cukup berarti bagi kita bahwa kitapun ada di hati mereka. Pengetahuan itu saja sudah cukup bagi kita untuk merasakan bahwa sesungguhnya kita tidak sendirian, menjadi penting maknanya ketika kita harus pergi jauh dari rumah untuk tugas dan menikmati perjalanan dengan suka cita karena kita tahu bahwa doa mereka selalu ada untuk kita. Kusyukuri karena aku memiliki begitu banyak orang yang kucintai dan juga mencintaiku hingga kesendirian dan senyapnya situasi malam ini menjadi aku lebih mengerti bahwa kehadiran mereka adalah sesuatu yang tak ternilai.
Kulirik jam tanganku, hampir satu setengah jam aku duduk dipinggir jendela, cahaya jingga mulai memenuhi angkasa.. langit mulai terang, rasanya matahari disini tidak sabar ingin segera muncul seperti juga sore hari dia ingin cepat terbenam…

Aku beranjak menutup jendela karena sebentar lagi kapal akan merapat di dermaga.

Iklan

4 Replies to “Long Trip To Banggai Laut”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s