PEREMPUAN DAN INTUISI

large

Perempuan dan intuisinya layaknya seperti pohon dan akarnya, mustahil hanya bisa kau temukan sendiri-sendiri. Diciptakan satu paket lengkap dan memiliki ketajaman yang seringkali membuat pemiliknya sendiri merasa terkejut.Nah, dalam kajikan psikologi, pengetahuan seperti ini dinamakan INTUISI.

Dalam kehidupan sehari-hari, intuisi banyak membantu kita membuat keputusan. Bukan hanya orang awam yang menggunakan intuisi. Banyak literatur menyebutkan para ahli seperti Albert Einstein, Thomas Alva Edison, dan Dimitri Mendeleyev juga menggunakan intuisi untuk kepentingan eksperimen mereka. Hebat sekali, bukan?

Yups! Intuisi memang hebat! Intuisi merupakan kekuatan pikiran manusia yang sangat bermanfaat. Intuisi membantu kita memuat keputusan tanpa berpikir panjang. Intuisi membantu para ahli menemukan penemuan canggih mereka. Dan, hebatnya, seringkali kebenaran intuisi ini akurat.

Akan tetapi apa sih sebenarnya intuisi itu? Mengapa intuisi bisa sehebat itu? Apakah intuisi hal yang klenik? Dan bisakah kita  meningkatkan ketajaman intuisi kita?

Intuisi adalah “kemampuan alami atau kekuatan yang dengannya seseorang mengetahui sesuatu tanpa pembuktian”.

Definisi lain menyebutkan ” Intuisi adalah kemampuan untuk memahami sesuatu secara naluriah, tanpa membutuhkan rasionalisasi sadar.”

Dari dua definisi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa intuisi adalah kemampuan untuk mengetahui sesuatu tanpa perlu berpikir; Pengetahuan yang datang tiba-tiba tanpa perlu dipikirkan terlebih dulu.

Namun tahukah Anda bahwa intuisi yang muncul di dalam diri perempuan ternyata juga berasal dari hormon testosteron yang ada di dalam rahim.Seperti dilansir dari torontosun.com, pada perempuan hormon testosteron dihasilkan dari indung telur atau ovari, selain mampu memberikan identitas fisik, hormon testosteron ternyata juga dapat meningkatkan kadar sensitivitas intuisi atau suara hati.

Intuisi atau indera keenam adalah sesuatu yang banyak dari kita bergantung untuk keputusan cepat dan keputusan yang mengubah hidup. Tapi apa sebenarnya intuisi itu? Dilansir dari webMD, sebuah studi tahun 2008 dari British Journal of Psychology mendefinisikan intuisi sebagai apa yang terjadi ketika otak mengacu pada pengalaman masa lalu dan isyarat eksternal untuk membuat keputusan – tapi itu terjadi begitu cepat sehingga reaksi berada pada tingkat bawah sadar.

Tapi itu hanya sebagian, kata Judith Orloff, MD, asisten profesor klinis psikiatri di UCLA dan penulis Guide to Intuitive Healing: Five Steps to Physical, Emotional, and Sexual Wellness. “Sama seperti otak, ada neurotransmitter dalam usus yang dapat menanggapi rangsangan lingkungan dan emosi saat ini – itu bukan hanya tentang pengalaman masa lalu,” katanya.

Ketika neurotransmitter itu bergejolak, Anda mungkin merasakan sensasi “kupu-kupu” atau gelisah di perut Anda. Para peneliti berteori bahwa “insting”, yang mengirimkan sinyal ke otak Anda, memainkan peran besar dalam intuisi.

Tidak heran jika perempuan menjadi sangat intuitif.

muslimah bercadar

Sejujurnya aku salah satu yang sering terkejut dengan kepekaan dan sensitivitas intuisi yang aku miliki. Untuk hal-hal yang positif tentu saja aku mensyukuri ketajaman intuisi tersebut namun di sisi lain untuk hal-hal yang tidak aku ingini seringkali ketajaman dan kepekaan itu membuatku “MENYESAL” kenapa harus? Karena akhirnya seringkali merusak mood yang aku miliki. Padahal dalam keadaan BAD MOOD seringkali semuanya menjadi tidak indah dan membuatku justeru kontra produktif.
Layaknya pagi ini… 😦😦 intuisiku memberi signal yang tak bagus tentang sesuatu hal dan itu memutus perasaan gembira yang sudah aku kondisikan sejak aku bangun, sholat subuh dan menyelesaikan membaca surah Yasin seperti biasa. Inginnya mau aku abaikan saja, tapi ternyata kondisi dan suasana yang tidak aku harapkan justeru mendukung semua apa yang diwarning oleh intuisiku. Perempuan juga dikenal amat sangat emosional, tapi sekali lagi aku mengingatkan diriku bahwa emosi yang terlalu diumbar hanya menunjukkan betapa tidak dewasanya kita dalam menghadapi masalah. Karena kedewasaan seseorang bukanlah ditunjukkan dari berapa banyak hitungan angka usianya tapi seberapa mampu dia mengelola emosinya dengan baik, seberapa mampu dia memahami kondisi dirinya dan yang paling utama seberapa besar tanggung jawab dan rasa hormatnya kepada dirinya sendiri.
Penghormatan kepada diri sendiri inilah yang membuatku tidak ingin bersikap gegabah. Terlalu mulia Allah menciptakan diriku hingga aku seusia sekarang jika aku harus menenggelamkan diriku dalam urusan remeh temeh yang mudaratnya bagi diriku sendiri lebih besar dari pada mamfaatnya. Terlalu banyak angka di usiaku yang sudah Allah anugerahkan jika akhirnya kusia-siakan hanya untuk mengurus persoalan sepele….

Nah itulah kenapa pagi ini, aku datang kekantor jauh lebih awal dari biasanya, membangkitkan kembali Moodku yang rusak, menciptakan kembali rasa nyaman dan berusaha mengundang kembali gairah yang padam dengan menulis apa yang kurasakan (Maafkan jika aku tidak mengurai jelas apa yang yang begitu nyata di bisikkan oleh intuisiku, biarlah menjadi rahasia untukku saja) .

Biasanya Moodku yang rusak akan kembali stabil manakala aku sudah menumpahkan semuanya dalam tulisan hehehe…..  dan tuts keyboard komputerku akan merasakan tekanan keras di tiap hurufnya karena seringkali otakku akan bergerak cepat, jauh melampaui keterampilan jariku untuk mengetikkan semua  kalimat yang berlompatan dari kepalaku. Jadi ingat kata-kata papaku, Jika Allah ingin membukakan hijab tentang sesuatu kepada hambanya, gerangan siapa yang berani mencegah? Jika DIA juga ingin meletakkan sesuatu di pikiran, lalu manusia mana yang mampu mengelak?
Maafkan aku Tuhan, karena aku sudah berani Menyesali hal terbaik yang memang mestinya aku miliki… terima kasih karena ketajaman INTUISI yang KAU berikan membuatku tidak nyaman pagi ini tapi pasti aku sesali suatu saat nanti jika abaikan..

Note: Belajar untuk menelan semuanya,  berusaha mengembalikan Mood 😉😉 sambil mendengarkan THE MOMENT dari Saxophone KENNY G.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s