Pelangi Terakhir

pelangi 1

Pagi ini aku ingin berdoa bagi yang singgah

dan menetap dihati,

izinkan aku menghadiahkan pelangi

meski hadirnya sekejap setelah gerimis….

meski hanya memberi secercah warna

dalam kehidupanmu yang panjang..

Mungkin tidak begitu terasa bedanya adaku dengan tiada

tapi paling tidak,

sedetik kau merasakan hadirku dalam warna-warni berbeda.

Perhatianmu sedikit tersita, pandanganmu sedikit terbius,

kurasakan rindu dalam binar-binar matamu

kucumbui gairah rasamu dalam dekap hangat

bahkan kunikmati tatkala mentari bergulir di matamu

dan jatuh tepat di bibirmu yang hangatnya menyapu wajahku

ketika gerimis mengaburkan jendela

yang vitrasnya sengaja kita sibak,

agar mata kita jalang menikmati siang

rambutku mengurai jatuh di dadamu,

dan aku luruh bersandar di lenganmu

tapi pelangi tidak bisa selamanya bertahta di langit.

Dia akan berlalu tatkala mentari kembali garang bersinar.

Dan aku tau…. kau akan terus mencari ….

tanpa akhir, tanpa ujung……tanpa jeda.

Aku berdoa dan berharap

agar akulah yang menjadi pelangi terakhirmu!!

 

Akhir oktober, 241017….

Dua Tahun setelah Aku menoreh sejarah kita di dalam buku mungilku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s