Episode Siang

burung laut

SIANG  YANG SYARAT RINDU (EPISODE 1)

Siang yang gerah tanpa angin,

lembab peluh tak menjanjikan sedikitpun

kesenangan duniawi

Seolah mencari celah agar harapan tumbuh

menyeruak mimpi dikala lelap siang…

 

Pikiran-pikiran mengurai seperti ranting pada pohon,

yang daunnya lebat hingga sulit melihat tangkainya…

Jika rasaku adalah belitan kukuh dalam benakmu..

Dan hatiku kuat dalam genggammu..

Mungkinkah secarik lupa

menghapus bayang walau sesaat?

 

Seperti burung yang membuat sarang dalam pikiranku

Adalah sulit menghalaunya pergi

setiap kali kembali pulang,

Meski rindu menjelajah jauh

Selalu terpulang kedalam hati

 

Siang yang gerah tanpa angin

Sejatinya aku masih memeluk bayangmu dalam benakku

Meski peluh melunturkan harap

Tapi sosokmu telah memilih untuk berdiri disini

Disisi hati yang telah kubuka.

Jika hari ini rindu kembali datang

Aku hanya ingin mengatakan

Siang dan malamku telah membeli utuh dirimu

dalam syair rindu yang kental…….

 

siang 2

CERITA SIANG (EPISODE 2)

Siang yang jengah karena panas

Peluh dan letih adalah irama hari

yang terkungkung dalam bingkai waktu..

kita saling memeluk erat, diam dalam nikmat yang bisu

 

Di lenganku kau akan ingat segalanya……

Karena saat kau bersandar, aku berkisah tentang siang…

tentang pagi yang gemuruh dan tentang malam

yang kita isi semata cinta

 

Ajari aku memelukmu lagi

Sebab tanganku enggan berhenti mengusapmu

Meski terbata  bibirku mengucap rindu

tapi pasti kau rasakan tulusnya belaianku

 

Siang yang jengah karena panas

Aku sungkan menafsirkan kata-kata di matamu

Memandangmu saja sudah cukup bagiku

Mengurai rindu yang akhirnya menjadi abu……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s