Hikma pemadaman listrik

Malam ini giliran rumahku yang mengalami pemadaman listrik, sejak  jam 5 sore tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Karena tidak mengetahui jadwal tidak seorangpun dari kami yang menampung air, mencharge hp and so on, segala tetek bengek peralatan yang hidupnya tergantung listrik… untungnya  saat aku mengetik tulisan ini, cadangan battray masih separuh alhamdulillah….

Pemadaman listrik saat sekarang menjadi sesuatu yang meresahkan bagi kita yang sudah sangat tergantung dengan balon lampu, kita sudah tidak siap dengan kegelapan, kegerahan karena AC juga ikut mati, khawatir ikan dan daging di kulkas membusuk. Mati lampu sudah dianggap kematian kecil bagi sebagian besar kita, tak heran kalau kemudian kita jadi sering membaca status makian, umpatan ke PLN yg membuat muka merah saat membacanya. Padahal orang PLN sendiri pasti mengalami juga jika rumahnya berlokasi ditempat yg kena jadwal pemadaman πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†. Kita memang selalu pandai mencari kambing hitam untuk wadah tempat kita menumpahkan kekesalahan dan kemarahan.

Saat listrik mati, kegelisahan kita sedikit terhibur karena berharap bahwa pemadaman ini tidak akan lama “hanya” beberapa saat saja. Dan lampu akan kembali menyala, air kembali mengalir, AC akan hidup kembali dan kita bisa kembali merasa nyaman.πŸ˜†πŸ˜† pernahkah terbetik dipikiran kita bagaimana jika kita mati nanti? Sendiri didalam kubur, gelap gulita, tanpa lampu, tampa air, AC dsb? Selamanya dalam gulita dan entah sampai kapan?😒😒😒 harapan satu2nya hanya pertolongan Allah…karena disana nanti tak ada perusahaan listrik yg bisa di complain untuk segera menyalakan lampu, tak ada tukang service AC yang sewaktu2 bisa dipanggil jika kita kegerahan, atau bahkan tukang galon yg bisa segera datang membawakan kita air hanya dengan mengangkat telpon.

Seketika aku tidak bisa lagi memaki PLN karena pemadaman ini, seketika aku merasa nyaman dgn jadwal pemadaman ini, karena dengan begitu aku jadi kepikiran bahwa aku harus membuat persiapan agar kuburku kelak tidak gelap gulita. Terima kasih PLN….karena kau sudah menginspirasi diriku untuk menjadi orang cerdas, yang menyiapkan segala sesuatu untuk bekal matiku……

Iklan