Perempuan seindah-indah perhiasan

PEREMPUAN memang mempunyai kecenderungan untuk tampil cantik. Tak heran kalau kemudian ada yang meluangkan waktu secara khusus untuk perawatan kecantikan di salon ataupun spa. Bahkan ada yang melakukannya dengan cara yang lebih ekstrem seperti operasi plastik pada bagian-bagian tertentu tubuhnya hanya agar di sebut cantik.
Allah menciptakan perempuan dengan tabiat senang terhadap perhiasan dan kecantikan. Allah juga menciptakan pria dengan tabiat senang terhadap perhiasan perempuan dan kecantikannya. Ini adalah dua kutub yang tarik-menarik.
Perempuan dan perhiasan seperti dua sisi mata uang, yang tidak bisa di pisahkan. Saking lekatnya perempuan sholeh dipandang sebagai perhiasan yang paling indah di dunia, bahkan menurut sebuah hadis, perempuan lebih mulia dan lebih cantik dari pada bidadari syurga karena amalan-amalannya.Jika perempuan suka memakai asesoris tidaklah heran, bahkan Fatima Zahra putri Rasulullah juga pernah meminta cincin bermata yaqut dari ayahnya Sang Baginda Nabi, seperti dikisahkan di bawah ini :
Perhiasan Surga Lebih Baik
Rasulullah Saw biasa bertamu ke rumah putrinya, Fathimah as. Ketika tiba di rumah putrinya, Fathimah as berkata, “Ayah! Saya ingin memiliki perhiasan sama seperti yang dimiliki wanita kota ini.”
Nabi Saw berpikir sesaat dan berkata, “Katakan apa yang engkau inginkan!”
Fathimah as berkata, “Saya ingin cincin yakut.”
Nabi Saw mengatakan, “Ketika engkau melaksanakan shalat, berdoalah dan meminta cincin yang engkau inginkan dan pasti dikabulkan.”
Fathimah as mengamalkan apa yang disampaikan ayahnya dan setelah melaksanakan shalat, beliau mendengar suara yang berkata, “Cincin yang engkau inginkan ada di bawah sajadah.”
Fathimah as mengangkat sudut sajadahnya dan ketika itu beliau melihat sebuah cincin yakut yang indah. Beliau begitu gembira dan kemudian memakainya.
Malam itu, Fathimah as tidur dan bermimpi sedang berjalan di surga dan memandang tiga istana di depannya. Kepada para malaikat penjaga surga, beliau bertanya, “Tiga istana ini milik siapa?”
Mereka menjawab, “Semuanya milikmu wahai putri Rasulullah.”
Fathimah as gembira dan kemudian memasukinya. Di dalam istana itu beliau melihat sebuah singgasana dengan tiga kaki, bukan seperti biasanya empat kaki. Itulah mengapa beliau melihat singgasana itu seperti akan jatuh.
Keesokan harinya Fathimah as menemui ayahnya dan mengisahkan mimpi yang dilihatnya semalam.
Nabi Saw mendengarkan cerita putrinya dengan seksama lalu berkata, “Wahai keturunan Abdul Mutthalib! Dunia bukan tujuan kehidupanmu, tapi akhirat. Karena akhirat lebih baik dan indah dari dunia. Tempat kalian yang dijanjikan adalah surga. Lalu mengapa harus berurusan dengan dunia yang fana?”
“Putriku! Letakkan cincin itu di tempatnya!” ujar Nabi Saw.
Fathimah as melaksanakan apa yang disampaikan ayahnya dan di malam hari beliau tertidur. Kembali beliau bermimpi dan melihat istana sebelumnya, tapi kali ini ketika memasukinya, singgasana yang dilihatnya itu sudah memiliki empat kaki. Beliau bertanya kepada malaikat penjaga surga, “Apa yang menyebabkan kaki keempat dari singgasana ini kembali ke tempatnya semula?”
Mereka menjawab, “Ketika engkau mengembalikan cincin itu, kaki keempat dari singgasana ini kembali lagi dan menjadi sempurna seperti aslinya.”

Dari kisah diatas, silahkan semua perempuan mengambil pelajaran darinya. Dibolehkan semua perempuan meminta dan memakai asesoris dari batu mulia apapun juga tapi sesungguhnya perhiasan di akherat lebih mulia, jangan kecil hati jika di dunia kita tidak memakai asesoris apapun, karena jika berbuat kebajikan maka bagian kita sudah tersedia di syurga, lebih indah, lebih mulia bahkan tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Amalan-amalan baik kita di dunia, kan menjadikan kita lebih cantik, lebih mulia dibandingkan bidadari syurga sekalipun, karena sholat,puasa, haji dan sedekah akan menjadi amalan yang paling mahal bahkan menemani kita justeru saat apa yang kita cintai di dunia ini tidak mau menemani kita di dalam kubur. Subhanallah…….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s