Makna Sholat

imagesJam 8.00 pagi matahari sudah mulai menunjukkan kegarangannya, jika matahari saja sanggup unjuk gigi kenapa pula kita harus kehilangan semangat? Hehehehe….. tapi pagi ini aku tidak akan membahas tentang sengatan matahari, karena sudah terlalu banyak orang yang mengeluhkannya dan aku tidak ingin menambah deretan orang yang berkeluh kesah wasting timelah….. aku ingin bercerita bagaimana sholat itu kemudian jadi barometer ukuran keimanan seseorang

.
Agama itu seperti kubah, dibangun dengan 5 penopang atau tiang-tiangnya, lebih akrab kita sebut rukun islam. Salah satu tiang tersebut adalah sholat. Sholat juga disebut-sebut sebagai amalan pertama yang dihisab, jika sholatnya baik, maka akan baiklah seluruh amalannya. Selain sholat 5 waktu, ada juga sholat-sholat sunnah yang bisa kita laksanakan untuk menyempurnakan ibadah kita, antara lain sholat sunat rawatib,sholat qiamullail, sholat dhukha dsb. Dengan mendirikan sholat diharapkan bisa menghilangkan kekufuran dan kemungkaran karena sholatlah yang akan membentengi kita dari berbuat kejahatan dan kerusakan. Sejatinya sholat yang didirikan dengan niat semata-mata karena Allah akan berimplikasi terhadap kepribadian orang yang melakukannya, seperti akan menjadikannya lebih rendah hati, baik dalam sikap dan tutur kata. Semestinya kata-kata kasar dan sifat sombong tidak akan kita temukan dari seorang yang sholatnya baik. Karena hati orang-orang yang sholat tetap BERSUJUD meskipun mereka tidak sedang sholat. Hati mereka tetap menunduk meskipun mereka tidak sedang RUKU. Hingga bisa dikatakan mamfaat sholat tidak dihitung dari seberapa banyak sholat yang dia dirikan tapi seberapa banyak sholat itu mempengaruhi kepribadian seseorang.

”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (QS Al Kautsar :1-2)

Dari ayat diatas nampak jelas sholat adalah cara kita untuk menyampaikan rasa syukur atas begitu banyak nikmat karunia yang di anugerahkan Allh kepada kita. Hitung saja apa yang kita terima dalam hidup kita.yang kalau kita tuliskan satu demi satu maka tidak akan selesai meskipun menjadi berlembar-lembar tulisan.

Sedih rasanya melihat bangunan masjid demikian besar dan megah, sementara yang sholat satu shaf pun tak cukup, jika alasan kesibukan menghambat langkah kita menuju masjid sungguh kita mesti merasa malu, karena demikian banyak pejabat dan pengusaha kaya yang tak terhitung kesibukan dan padat jadwalnya masih bisa melangkah menuju masjid. Kalau karena sakit kita beralasan tidak pergi berjamaan di masjid, maka kita harus malu karena demikian banyak aki-aki tua yang terbatuk-batuk dan renta tapi masih mau berjamaah di masjid. Kewajiban laki-laki untuk sholat berjamaah di Masjid meskipun datang dengan merangkak, begitu seringkali suamiku menyampaikan pesan yang dia kutip dari hadits nabi kepada anak-anak. Tentu saja maknanya tak ada satupun alasan yang membolehkan anak laki-laki sehat untuk tidak sholat berjamaah di masjid. Karena begitu pentingnya sholat maka menjadi dasar bagi semua aktivitas dan kegiatan. menjadi barometer kebaikan amal seseorang.

Ketundukan dan rendah hati tentu saja adalah hasil yang bisa kita panen dengan rajin mengerjakan sholat. karena kita menyadari bahwa sebagai mahluk kita tidak mempunyai kekuatan apa-apa tanpa pengasihan Allah. Bahwa sholat yang kita kerjakan juga bukan semata-semata untuk Allah, karena Allah tidak membutuhkan sholat kita,  DIA  tetap dengan Maha kebesaranNya, DIA tetap dengan ke Maha KuasaanNya meskipun seluruh dunia tidak bersujud itu juga tidak akan mengurangi kehebatan Allah, tapi sholat yang kita kerjakan adalah sebagai kewajiban yang harus kita dirikan, terutama karena untuk ibadahlah Allah menghadirkan kita di dunia ini, untuk melatih jiwa kita tetap tunduk dan sujud dalam menjalani kehidupan karena sadar siapa diri kita sebenarnya, sebagai wujud penghambaan kita kepada Allah SWT.

Semoga catatan pagi ini bermamfaat untuk diriku dan siapapun yang membaca tulisan sederhana ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s