Mengejar Bayangan

jembatan_palu.jpgMatahari Palu bersinar terik, tapi kelihatannya semua orang tidak peduli, aktivitas berjalan terus meski keringat juga mengucur deras. Semua berburu hidup, mengejar semua hal yang berhubungan dengan dunia dan pernak-perniknya. Yang ada di kepala kita bagaimana mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya kemudian mewujudkan semua harapan masa depan yang sudah kita disain sekian lama dalam benak kita. Beli rumah, beli kendaraan, mencari pasangan hidup, investasi untuk hari depan dan masa tua dsb.Kalau mau jujur dari semua kesibukan tersebut hanya ada segelintir orang yang ketoko beli persiapan masa depan, seperti sajadah, mukenah, tasbih bahkan nyaris tak ada yang berani beli kain kafan, meskipun tahu itu yang akan dia gunakan kelak, iya kan?Hehehehe…… tapi begitulah kita. Yang pasti-pasti kita lupa ……., yang samar-samar bahkan yang tidak jelas kita kejar mati-matian.Siapa yang meragukan kematian? tidak satu orangpun kita yang merasa tidak akan mati betul kan? tidak satupun kita yang tahu kapan jadwal keberangkatan kita, hari ini, besok, lusa semua rahasia. Tapi tengok apa yang sudah kita siapkan? Sholat bolong-bolong, puasa semampunya karena alasan sakit lambung, haji belum ada duit,zakat dan sedekah enggan, kasih pula alasan kita aja belom cukup gimana mau ngasih orang?Aku cuma bisa mengeluh dalam hati sambil berdoa ” Ya Rabb….. ampunkan kelalaianku, jika KAU ingin mengambilku, nyatakan tanda itu untukku”

Yang kita cari di siang terik adalah semua kebutuhan Dunia,tanpa kita sadari sesungguhnya kita mengejar bayangan, karena kita tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi besok.Di Dunia maya sering kita baca, mencari sesuap Nasi dan segenggam Berlian hahahaha….. Hadeeehhh ….. betul-betul ungkapan yang menunjukkan betapa sombongnya kita, tapi sudahlah karena penyakit mencari yang samar dan tidak jelas adalah tantangan bagi sebagian orang, dan sebagiannya lagi begitu dehhhh ….. ikut-ikutan mencari karena menganggap bahagia itu ada di status, ada di harta, ada di jabatan dsb. Padahal orang yang cerdas adalah mereka yang menyiapkan diri dan menyiapkan bekal jika satu saat akan menghuni rumah masa depan yang ukurannya hanya muat untuk dirinya sendiri. Kalaupun mau di buat yang gede, gak seorangpun mau menemani kita hatta dia mengaku mencintai kita sepenuh jiwa, miris kan? Apa kita juga mau menemani orang yang kita cintai di dalam satu kubur? Pasti gak hehehe….. itulah palsunya ucapan cinta manusia. Hidup doang yang mau bersama, kalau mati mah siapa yang duluan aja!
Jika kita kemudian menyadari bahwa kita tengah mengejar bayangan, masihkah kita melakukan pekerjaan yang sia-sia tersebut?bukankah sudah saatnya kita menghentikan hal bodoh tersebut, dengan mulai melakukan pencarian hal-hal yang pasti, yakni mengumpulkan bekal untuk akhirat yang akan menemani kita disaat tiada seorangpun yang bersedia menemani kecuali amal baik.bukan begitu? nah kalau bukan sekarang kapan lagi???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s