KENANGAN BIRU

Kutatap jarum jam yang bergeser, pelan dan pasti
Meninggalkan jejak-jejak di atas pasir kehidupan
Jarak bukan lagi suatu keniscayaan,
karena aku tau kau tidak beranjak dari tempatmu
tidak dulu, kini bahkan nanti, kau tetap disitu
di bilik hati yang tersembunyi dengan rapi.

Waktu memang mengganyang semuanya
Tapi tidak kenangan, karena kenangan tetap utuh
Berbingkai rindu dengan warnanya yang gemerlap
Terus menari di pelupuk mata, seolah menyatakan perang
Pada ingatan, bahwa dia adalah pemenang.

Sekian tahun lewat, dan sosokmu masih berdiri pongah disana
Berbalut rajutan kenangan yang menutup setiap lembar ingatanku
Besar harapku dapat menatapmu kembali seperti dulu
Dan biarlah setelahnya kenangan itu kemudian mati, karena harapku
Telah punah terbawa angin waktu yang mendesir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s