Titian Syurga

Pekerjaan rutin di rumah kadangkala mendatangkan rasa jenuh yang amat sangat, mungkin bagi sebagian kita yang juga memilih bekerja di luar rumah, pekerjaan itu hanya kita kerjakan pada hari minggu saja, sedangkan hari lain kita dibantu oleh bibi untuk mengerjakan semuanya, sehari dalam seminggu kita jadikan sarana rekreasi sekalian kumpul dengan keluarga, tapi bagi sahabat perempuan yang memilih tidak bekerja di luar rumah, tidak ada kata libur, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 360 hari dalam setahun selanjutnya hitung sendiri…… pekerjaan mencuci, beres-beres rumah, memasak, menyetrika dsb, apalagi jika anak-anak masih balita dan masih butuh perhatian ekstra ….. semua pekerjaan seolah tak ada habisnya dan sudah menjadi lagu wajib yang mengalun sejak bangun pagi hingga tutup mata di malam hari, sebegitu sibuknya hingga kadang-kadang mereka tak punya waktu untuk dirinya sendiri, tak punya kesempatan untuk berhias, tak punya kesempatan untuk melakukan perawatan tubuh ke salon, apalagi untuk duduk di depan komputer untuk sekedar menulis status atau bahkan ngasih jempol hehehehe…………………..

Tapi sejak dulu sudah seperti itu hingga kalimat perempuan itu tugasnya berkisar dapur, sumur dan kasur sudah lekat bagi kita perempuan. Nah perempuan …. sahabatku!! Rasanya kita tak perlu berkecil hati karenanya, putri kesayangan nabi Fatimah az-zahra juga merasakan hal yang sama, ini ku bagikan kisahnya buat ukhti semua!!!Semoga menjadi motivasi dan mengusir rasa jenuh dan bosan setelah berkutat dengan segala pekerjaan yang tiada henti……

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra ra. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, “apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”. Fathimah ra. berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis”. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah ra. melanjutkan perkataannya, “ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta Ali (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah”. Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, “jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Ya Fatimah, perempuan yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fatimah perempuan yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fatimah, perempuan yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang telanjang.

Ya Fatimah, perempuan yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do’akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fatimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan.

Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.

Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Perempuan yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.

Ya Fatimah, perempuan yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fatimah perempuan yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah ‘amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”.

Ya Fatimah, perempuan yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat”.

Duhhh…….perempuan sahabatku, ternyata kita begitu istimewa, apapun yang kita lakukan untuk anggota keluarga kita semuanya berujung kebaikan dan pahalanya syurga, bahkan pekerjaan yang paling sepele, menyisir rambut anak kita, so…. Allah menjajikan sesuatu yang istimewa, dan Dia tidak pernah mengingkari janjinya!! jadi tetap semangat yah!luruskan niat, kerjakan dengan ikhlas, dan jadikan semuanya indah!!!! Ingat perempuan adalah titian syurga keluarga …. jika perempuan baik maka baiklah semuanya!!

Iklan

One Reply to “Titian Syurga”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s