Cerita Sore

Hujan turun lagi…….bumiku kembali basah, setelah beberapa minggu kering kerontang, rerumputan meranggas gelisah, mawarku terkulai layu menanti siraman setiap hari…… hari ini, saat hujan menimpa dengan derasnya, rerumputan kembali menggeliat sexy, mawarku tegak dengan congkaknya, memamerkan warnanya yang menyolok indah.

Hujan……tetesannya jatuh berlomba ke bumi, seperti air mata perawan yang dipaksa kawin oleh orang tuanya, mungkin kau tak percaya jika di zaman ini, yang katanya serba canggih, dimana segalanya tinggal di klik, masih ada orang tua yang tega memaksakan kehendaknya, menyuruh anaknya menikah dengan lelaki yang tidak dia cintai, tak peduli seperti apa perasaan anaknya, tak peduli air matanya jatuh sederas hujan dan hatinya sakit merasa di khianati oleh orang tuanya…… Lamaran telah di terima, hari pernikahanpun juga sudah di tetapkan, yang ada hanya suara isak tertahan di balik kelambu dan tagis pilu melewati hari-hari penantian.

“Bunda, bicaralah pada ayahku!”suaranya bergetar pilu, menohok rasa keibuanku, siapa pula yang sanggup mendengar rintihan permohonan seperti ini!meskipun ini bukanlah menjadi urusanku tapi aku tak mampu menolak permintaannya……….aku seolah kembali ke masa dua puluh tahun lalu, saat hujan jatuh ke bumi, dan air mata tumpah tercurah membasahi pembaringanku, tak satu argumentasipun yang bisa mematahkan prinsip bapak, bahwa seorang gadis jika sudah akil balik dan ada yang melamar maka harus segera dinikahkan.Tak ada alasan tak cinta, karena cinta akan tumbuh justeru saat-saat bersama setelah menikah, tak ada alasan masih ingin sekolah, karena kuliah bisa dilanjutkan setelah menikah.

Dan bapak yang duduk di depanku sekokoh dan segarang ayahku mempertahankan prinsipnya, jika dua puluh tahun lalu aku tak mampu berargumentasi, ternyata hari ini aku juga tak mampu menggoyahkan keinginan sang bapak, jujur aku menyesal karena tak bisa menjadi duta yang baik, meski disudut hati yang lain, aku kagum dengan kokohnya si bapak mempertahankan prinsipnya…….tak ada orang tua yang menginginkan sesuatu yang buruk bagi anaknya,justeru karena kecemasan mereka melihat gejala zaman yang sangat tidak aman bagi anak gadis, sehingga keputusan untuk menikahkan anak perempuannya lebih cepat adalah keputusan yang dianggap paling aman, paling baik, dan paling di ridhoi Allah!”Aku tak ingin menyesal anakku,aku tahu keputusan ini menyakitimu, karena aku melihat cita-citamu untuk bersekolah begitu besar, tapi aku malu menghadap Allah jika terjadi sesuatu yang tidak pantas padamu, ini bukan hanya menyelamatkanmu, tapi menyelamatkan kita semua dari murka Allah!Biarlah kau marah kepadaku, biarlah kau membenciku tapi yang kutakuti jika Allah membenciku dan membenci kita semua karena ketakberanianku memutuskan hal ini secepatnya!” masih terngiang dibenakku kata-kata bapak malam itu.

Anakku…. maafkan,karena ibu tak bisa menggagalkan keinginan Bapakmu, memang bukan hal mudah, akupun merasakan apa yang kau rasakan saat ini, tapi takdir yang dipilihkan Tuhan untuk kita, selalu adalah yang paling indah dan tepat buat kita, dan ibu sudah membuktikannya, tidak semua hal-hal yang kita tidak sukai akan berakibat tidak baik, dan sebaliknya hal-hal yang kita pilih tidak selalu indah dan berakibat baik untuk kita.
Mungkin kita beranggapan keputusan orang tua kita tidak tepat, tapi percayalah justeru karena rasa sayangnya, rasa cintanya yang besar dan lebih-lebih lagi takwanya kepada Allah, membuatnya melakukan itu.
Jika kita percaya, apapun tak akan terjadi tanpa seizinnya, maka ibu juga yakin, kau akan sanggup melewati masa-masa sulit ini dengan baik.

Hujan masih turun……. air mata masih berderai, jatuh satu-satu membasahi baju pengantin….kuntum melati ikut tersiram cucuran air mata, tapi aku yang menyaksikan ini semua, berkeyakinan….. semuanya akan berjalan baik, berakhir dengan baik, karena Tuhan tak pernah aniaya kepada hambanya.
itu cerita soreku, bagaimana ceritamu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s