Tangis di awal tahun 2010


Hari ini, hari pertama di bulan januari tahun 2010. Saat aku terjaga dan jam dinding menujukkan pukul 4.30 dinihari, suara azan subuh yang berkumandang dari masjid di belakang rumah merdu mendayu-dayu, mengantarkan kesejukan , keharuan dan sejuta rasa yang tak kutau bagaimana menerjemahkanya kedalam kata, yang pasti entah darimana datangnya kesedihan yang tiba-tiba menyerbu dan membuat nafasku sesak, airmata yang tumpah cepat kuhapus dari pipiku, karena tidak ingin membuat suami dan anak-anak bertanya apa sebabnya, atau mungkin malah suamiku akan tersenyum karena terlalu sering aku menangis untuk hal-hal yang menurutnya sepele, karena menonton film drama di tv, karena membaca cerita sedih di novel atau majalah bahkan mendengar cerita sedih yang dikisahkan teman. Aku memang cengeng, itu ku akui karena hampir semua saudaraku mengatakan itu, dan nyaris semua sahabat pernah menyaksikan aku menangis. Aku tidak saja menangisi hal-hal sedih tapi juga menangisi hal-hal yang menurut orang lain menggembirakan dan membahagiakan, aku menagis haru melihat adik bungsuku duduk dipelaminan bersama laki-laki yang di cintai, aku juga menangis haru tatkala anak gadisku mendapatkan haidnya yang pertama bahkan aku menangis terisak ketika bisa kembali berkumpul dengan keluarga dari tanah suci dan aku juga menangis saat ibuku batal di operasi jantung di harapan kita. Ah…. aku tak peduli pendapat orang, mereka boleh mengatakan aku cengeng tapi bagiku kecengengan tidak selalu buruk manakala tangis itu ada karena pemahaman akan sesuatu hal, dan membuat kita bisa mengambil pelajaran darinya.
Seperti subuh ini, saat tangisku tumpah, karena mensyukuri bahwa aku masih diberi kesempatan menghirup udara di tahun 2010 ini, melihat gemintang yang memenuhi angkasa, menyaksikan bulan yang bersinar sempurna, merasakan angin yang bertiup semilir dan mengantarkan dingin yang menusuk sampai ke tulang, dingin, nyeri dan membuatku merinding……ternyata satu hal yang harus kusadari aku tidak sesehat dulu, saat angin subuh menerpa dan mengantarkan dinging sama sekali tidak berpengaruh pada tubuhku, tapi hari ini……..nyeri dan ngilu pada persendian tangan dan kakiku harusnya menjadikanku lebih waspada, sudah begitu banyak kesempatan yang di berikan Tuhan padaku, begitu banyak hari yang telah kulalui hingga hari ini, tapi begitu sedikit yang sudah kulakukan untuk orang lain. Begitu sedikit aku bersyukur padaNya untuk semua pemberianNya. Begitu banyak hal sia-sia yang kulakukan hanya demi kesenangan dan kenikmatan sesaat dan melupakan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab yang karenanya aku di hadirkan ke dunia.
Hari ini aku menyadari, betapa halusnya Tuhan menegurku, mengirimkan rasa nyeri dan ngilu secara diam-diam dan baru kurasakan saat ini, saat angin subuh menerobos lewat kisi-kisi jendea kamar yang kubiarkan terbuka, betapa bijaksananya Ia, karena memasukkan pemahaman dan rasa malu ke dalam diriku diam-diam, dan kurasakan saat ini, saat menyaksikan ribuan bintang yang bertebaran di langitNya dan bulan yang bersinar penuh tampa malu, aku bukan siapa-siapa di alamNya yang demikian luas, aku bukan apa-apa di antara selaksa mahluk yang di ciptakanNya, betapa mudah bagiNya untuk melupakanku, betapa gampang untukNya menjerumuskan diriku ke lembah kehinaan dan aku sama sekali tidak memiliki hak untuk memprotes semua perlakuan itu, apakah yang pantas di terima oleh makhluk yang tidak tahu terima kasih? karena terlalu sering aku melupakanNya di tengah kebahagiaan yang di berikanNya, terlalu sering aku merasa bangga ditengah anugerah yang di tuangkannya?.
Hari ini, subuh pertama di bulan januari tahun 2010, aku tidak lagi berusaha menghapus airmata yang mengalir di pipiku, kubiarkan saja mengalir sesukanya, aku bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk menangisi kebodohanku, menangisi kealpaanku dan menangisi seluruh hidupku yang sia-sia di masa lalu. Biarkan semua berlalu bersama tangis yang keluar hari ini, hingga ketika matahari terbit sebentar nanti aku telah menjadi manusia baru, manusia yang engerti akan kekurangannya olehnya selalu meminta bimbingan dan petunjuk Tuhan agar hari kedepan tidak lagi mengulang semua kebodohan dan kealpaan. HAPPY NEW YEAR FOR ALL OF YOU!

Iklan

4 Replies to “Tangis di awal tahun 2010”

  1. Banyak yg ingin aku ungkapkan sobat….tapi rasanya sulit utk kutulis….yg pasti aku slalu merasakan apa yang sedang kamu rasakan…..HAPPY NEW YEAR 2010..

    Suka

  2. Begitu banyak yang ingin kuungkapkan mengenai tulisan yang bunda torehkan, namun kata ini tak mampu berucap, hanya satu ekspreesi yang ingin ku ungkapkan ” Wow… Funtastic…”

    I really Proud of you and your own…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s