Biarkan cinta itu abadi

a6aa0e21189922a43a2b99cwl4
Aku tengah mengetik, ketika salah seorang teman menerobos masuk keruanganku, kutinggalkan pekerjaanku dan menyambutnya hangat, belum sempat aku bertanya air matanya sudah bergulir deras, hingga aku tak sanggup meneruskan pertanyaanku, kubiarkan ia sejenak dalam situasi seperti itu, ketika kulihat dia sudah mampu mengendalikan emosinya, kusodorkan kotak tissue padanya.” Saya tidak perduli lagi, saya sudah tidak bisa mempercayainya, dia sudah menghianatiku berulang-ulang” katanya kemudian, aku sudah bisa menebak kemana arah pernyataannya, karena seminggu yang lalu, ia juga sudah mengeluhkan keadaan rumah tangganya. “ saya sudah mengatakan padanya, jika sekali lagi saya tahu dia masih berhubungan dengan perempuan sundal itu, saya pasti akan membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri!” katanya masih terbawa emosi, diam-diam aku bergidik mendengar ancamannya. Aih….. begitu banyak kejadian di sekeliling kita, yang ternyata mampu merubah wanita yang padanya Allah SWT menitipkan kelembutan, kepekaan rasa tapi kemudian mampu mengekspresikan ancaman sekasar itu? Bahkan banyak pula diantaranya yang sanggup melaksanakan ancamannya, justeru pada suami yang dengan segenap jiwa dia berikan cintanya, yang padanya dia melabuhkan hati, padanya dia menyandarkan harapan untuk di bimbing dan di lindungi. Meski aku meyakini masih banyak lagi fenomena tidak manusiawi yang dilakukan suami pada isteri seperti yang terekspose di berbagai media, perlakuan tidak wajar yang dilakukan oleh para suami pada isteri yang menyebabkan sebagian besar wanita memaksakan diri untuk menelan pil pahit perlakuan suaminya, bahkan tidak jarang bisa berbuat nekat melakukan perlawanan, hingga menyebabkan suaminya tewas. Rumah tangga yang tadinya diimpikan akan menjadi syurga dunia berbalik menjadi neraka dunia.
Memang sih sebagian besar kita beranggapan, bahwa sebagai isteri kita memiliki hak sepenuhnya atas cinta suami kita, seperti halnya suami beranggapan bahwa cinta isteri hanya untuk mereka karena ia telah mendampingi, melayani, melahirkan dan mengasuh anak-anaknya, anggapan itu tidak sepenuhnya salah, karena memang salah satu pilar tegaknya sebuah rumah tangga bahagia adalah adanya Mawaddah antara suami isteri, tapi untuk membuat agar perasaan cinta itu tidak berubah meskipun telah sekian tahun berumah tangga , dibutuhkan lebih banyak proses, perbuatan , tingkah laku sehingga pasangan kita merasa bahwa kita memang layak untuk mendapatkan cinta itu selamanya.
Idealnya hubungan antara suami istri merupakan hubungan yang syarat dengan hal yang mengagumkan karena pernikahan itu sendiri merupakan fase paling indah dan berkesan bagi manusia sepanjang hidup mereka. Perasaan ini, nyaris berlaku bagi siapapun. Tidak mudah menggambarkan dengan kata-kata, betapa rasa cinta, kasih sayang, keintiman, kedamaian serta kesejukan yang ada mengisi hati pasangan suami isteri tersebut. Penjelasan rasionalnya adalah bahwa semua itu anugerah dari Allah, dan semua itu adalah kehendak Allah. Dengan semua kuasa dan kehendakNya, Dialah yang menciptakan dan membuat perasaan itu hadir di hati pasangan suami istri. Bahwa cinta adalah anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya, Allah-lah pemilik cinta, Allah-lah yang menjadikan cinta antara suami-istri. “Dan diantara ayat-ayatNya adalah diciptakanNya untukmu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Ruum:21).
Karenanya, cinta yang dianugerahkan itu hendaklah selalu di jaga dan di rawat, karena tidak ada seorangpun yang menjamin jika cinta itu hadir, kemudian akan menetap disana selamanya, apa artinya? Bahwa cinta itu tetap memerlukan usaha yang kuat dari kedua belak pihak untuk menjaga dan merawat hingga tidak pergi dan menguap baik karena hal yang semula sangat sepele hingga ke hal-hal yang lebih rumit yang semua bermuara kepada perpisahan.
Salah satu hal utama yang harus kita lakukan sebagai suami isteri untuk menjaga agar cinta tetap kokoh adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, sang pemilik cinta, bagaimana caranya? Yaitu berusaha sekuat-kuatnya untuk mentaati dan menjalankan perintahNya serta menjauhi laranganNya. Dengan kata lain Berusaha menjadi seorang muslim yang sholeh. Harm bin Hayyan, seorang ulama di masa Umar bin Khatab ra berkata, “ Tiada seorang hamba yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, melainkan Allah akan mendekatkan hati orang-orang mukmin kepadanya, dan isteri yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan mendekatkan hati suaminya kepadanya sampai ia mendapat cintanya”.
91e20cbb8b18731aebeee21
Selanjutnya masih ada beberapa hal lagi yang harus dilakukan oleh suami isteri agar tercipta syurga dunia dalam rumah tangga. Sebagai seorang Istri kita dituntut untuk memaksimalkan kemampuan agar indah dipandang mata, sejuk dilihat, tenang di tinggal artinya kita selalu berusaha untuk bisa tampil secantik mungkin di hadapan suami, mengenakan pakaian bersih, rapi, tidak perlu mewah karena umumnya laki-laki tidak menyukai perempuan yang berpenampilan seronok dengan wajah penuh riasan tebal, sebaliknya kesederhanaan lebih menarik karena lebih memancarkan kecantikan perempuan, meski ini pun sangat relative, karenanya kita harus mengenal kecenderungan suami kita, apakah dia menyukai penampilan yang wah atau menyukai penampilan yang bersahaja karena “Sebaik-baik perempuan adalah yang menyenangkanmu bila engkau memandangnya, mentaatimu bila engkau perintahkan dan menjaga dirinya dan hartamu bila engkau tidak di rumah” (HR Thabrani).
Hal lain yang di tuntut dari isteri adalah mampu membangkitkan gairah, berusaha menjadi partner yang menyenangkan di kamar tidur. Banyak perempuan merasa malu untuk bersikap agresif meski kepada suaminya sendiri, ini karena menganggap bahwa perempuan yang agresif kesannya seperti perempuan murahan dan tidak terhormat, namun itu tidak berlaku bagi perempuan yang agresif kepada suaminya, bahkan sangat perlu bagi isteri untuk belajar bagaimana cara dan tekhnik untuk menyenangkan suami di tempat tidur.
Selain itu juga isteri di tuntut untuk selalu sabar dan tidak menyakiti suami, perselisihan atau perbedaan pendapat dalam sebuah tumah tangga merupakan hal yang biasa terjadi, namun sebagai isteri kita harus menyadari bahwa suami adalah orang yang di berikan hak yang sangat besar atas diri kita “Seorang perempuan belum dianggap menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya.” (HR Ibnu Majah).
Isteri juga harus menjadi ibu yang baik dalam mendidik anak-anak. Karena anak-anak adalah amanah, anak-anak adalah investasi, anak-anak merupakan hiburan bagi kita. Anak-anak yang bersih, sehat, cerdas adalah dambaan orang tuanya. Menjadikan anak-anak kita sholeh, cerdas, sehat dan bersih membuktikan keberhasilan kita mendidik mereka. Suami akan bekerja lebih giat untuk mencari nafkah jika melihat anak-anak dalam kondisi seperti ini.
Sedangkan sebagai suami dituntut untuk memiliki tanggung jawab untuk menafkahi rumah tangga, melindungi, membimbing dan dapat menjadi tempat bersandar, Suami juga di tuntut untuk belajar memahami perasaan isteri, memiliki banyak cara dan gaya dalam mengungkapkan perasaan cinta dan kasih sayang kepada isteri juga tidak enggan untuk menyatakan cintanya dengan kata-kata. Suami juga di tuntut tidak enggan mengungkapkan harapan, keinginan dan perasaannya agar isteri mengerti dan dapat melakukan hal yang sesuai dengan apa yang di inginkannya. Ia bukan seorang yang sangat pendiam dan membiarkan isteri kesulitan menebak apa yang di inginkannya.
Bahwa suami istri berasal dari dua keluarga yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, adat-istiadat yang berbeda, sifat yang berbeda. Keduanya bukanlah makhluk yang sempurna yang tak pernah salah. Keduanya sama-sama memiliki kekurangan. Meminta maaf terlebih dahulu jika memiliki salah dan segera memaafkan suami serta tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan yang pernah ada akan menautkan lagi kemesraan berdua, komunikasi yang baik akan membuat semua masalah dapat di diskusikan dengan kepala dingin, saling pengertian akan menumbuhkan suburkan perasan sayang diantara keduanya.
Selanjutnya akan semakin baik jika suami isteri berusaha untuk mencintai orang tua pasanganya, menyayangi saudara-saudaranya dan bersikap baik kepada kerabat, yakinlah jika suami yang bersikap demikian, maka si isteripun akan berusaha keras untuk mencintai mertuanya dan bersikap baik pada saudara dan kerabat suaminya.
Nah, jangan ragu untuk melakukan hal-hal yang di sebut diatas, kita akan takjub menyaksikan bagaimana cinta itu akan datang seolah tampa batas sebagaimana hadits nabi: Allah membagi kasih sayang menjadi seratus bagian, menyimpan 99 bagian untukNya dan menurunkan satu bagian kebumi, karena satu bagian itulah makhluknya saling menyayangi, bahkan seekor unta menjauhkan kaki dari anaknya yang baru lahir karena khawatir menginjaknya (HR.Bukhari)
Teruslah berupaya menjaga dan merawat cinta yang di anugerahkan Allah SWT kepada kita, sejak saat kita menjatuhkan pilihan untuk bersedia menerima pasangan kita sebagai jodoh kita yang telah di pilihkan Tuhan bagi kita, biarkan benih-benih cinta itu tumbuh subur di dalam taman-taman rumah tangga kita, menaungi segenap anggota keluarga dengan sulur-sulurnya, meneranginya dengan cahaya penghambaan kepada Sang Khalik yang cintanya Abadi. Biarkan pula cinta kita abadi hingga Kelak kita di kumpulkan di Akhirat. Insya Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s