REUNI

Bila membaca kata-kata itu pasti di benak kita muncul suatu aktifitas yang sangat heboh, menyenangkan dan menggembirakan hanya itu, sekali lagi hanya itu, kalaupun ada kesedihan, sejenak karena kita terus mengingat sahabat yang sudah tidak mungkin menghadiri acara itu karena telah memenuhi panggilanNya. Motivasi melaksanakan acara itupun macam-macam, dari sekedar pengin bernostalgia, rindu pengen bertatap muka dengan teman-teman lama, sampai keinginan untuk membuktikan sejauh mana keberhasilan teman-teman yang pada waktu lalu,sering kita tempeli gelar madesu ( masa depan suram)

Hal ini pula yang terjadi kemarin tepatnya 7 juli 2009. Awalnya pertemuan tak sengaja di swalayan, aku bertemu dengan teman lama yang nyaris tidak kukenal karena penampilannya yang begitu berubah, Satu-satunya hal yang membuatku ingat adalah suaranya, dengan dialek Bataknya yang tidak pernah hilang meskipun dia lahir dan menghabiskan seluruh hidupnya di Palu. Lama Kami saling pandang tak percaya, Hingga tawa kami pecah, dan aku nyaris teriak karena lenganku rasanya mau copot di guncang olehnya. Dia yang tak percaya karena katanya aku sangat gemuk, dan aku juga tak percaya karena diapun sudah bukan Tolang (namanya sebenarnya Affandi Tobing) yang dulu, dengan postur tubuh yang menjulang seperti pohon glondongan, kurus hingga nyaris akan terbang jika tertiup angin. Berapa tahun kami tak bertemu, aku pusing harus menghitungnya lagi, karena kami sekelas waktu SMP, dan itu berarti aku masih 11 atau 12 tahun,Ya ampun sudah begitu lama, tapi aku merasa baru kemarin kami membuat kenakalan sampai-sampai Pak Karel guru Matematika sekaligus wali kelas menampar semua anak laki-laki di kelasku dan menyuruh kami, anak-anak perempuan membersihkan seluruh kelas hingga lantainya bisa di buat cermin saking licinnya.
Dan malam ini, kami bertemu, memang tidak seluruh penghuni kelas III A, karena sebagian sudak tidak kudengar kabarnya lagi ada dimana,hanya 15 orang tapi itu sudah cukup membuat malam ini menjadi malam yang menyenangkan sekaligus heboh dengan tawa dan cerita-cerita kenangan yang terjadi 30 tahun lalu. Yang hadir malam ini memang bukan teman-temanku dulu dengan rambut poni yang nyaris menutup mata, rambut di kuncir lucu, atau kumis halus yang baru belajar tumbuh, serta wajah innocent, polos dan lugu, tapi yang hadir malam ini adalah teman-temanku dengan postur tubuh baru, yang matang dan penuh percaya diri karena mereka tengah berada di puncak karir masing-masing, satu hal yang mengikat kami semua, karena kami memiliki masa kecil, yang begitu menyenangkan dan membahagiakan untuk di kenang dan untuk di bagi dengan anda semua.
Waktu berjalan demikian cepat dan nyaris tiada seorangpun yang percaya jika kami telah meninggalkan 30 tahun di belakang kami. Satu -satu mereka berdatangan dan mengenalkan putra-putrinya, ada yang membawa semua putranya, ada yang hanya membawa si bungsu, apapun itu teramat sangat indah untuk di nikmati, karena ternyata watak dan karakter setiap orang nyaris tak berubah meskipun kami di pisahkan selama itu.Hera dengan tubuh yang nyaris meningkat 3 kali lipat saat SMP tetap saja ceria, meskipun harus terus mengipasi wajahnya yang terus menerus berkeringat akibat samping dari kegemukan, hal lain yang berubah darinya bahwa semua yang hadir mengakui bahwa masakannya malam ini begitu lezat hingga hampir semua yang datang sayang meninggalkan meja tampa mencicipi semua masakan yang ada.Ratna si bintang cantik yang malam ini tetap sumringah, semua yang hadir masih terpukau dengan kecantikannya, meskipun tubuh gitarnya telah berubah drastis menjadi Balon Gas saking gemuknya namun ia dengan enteng mengatakan yang penting aku tetap cantik kan? dan di iyakan oleh semua yang hadir. Boy, pasanganku SMP jika di panggil menyanyi, yang punya suara merdu, sekarangpun memiliki tubuh yang adhai hampir 100 kg, sebelum dia menyebutkan timbangannya, aku nyaris sudah bisa menerka.Suaranya masih tetap indah, dan tetap tersenyum seperti 30 tahun yang lalu jika menyanyikan lagu cinta.
Sisca, si lesung pipi yang manis, masih tetap manis dan tawanya yang unik, tampa melihat orang langsung tahu jika ada sisca di sana.Mimi sahabat Hera yang gaya rambutnya masih seperti 30 tahun yang lalu karena memang tidak pernah menyukai rambut panjang, yang suka minum obat-obatan meski hanya coba-coba di usia puber, juga masih mimi yang dulu, yang selalu menyelipkan rokok di bibirnya dalam situasi apapun.Dewi petalolo tetap anggun seperti dulu, low profil dan hanya berkomentar yang penting-penting saja. Nung Abdullah yang cerdas juga masih menampakkan hal itu hingga kini.Maya adik hera, yang kolokan sejak zaman dulu masih maya yang hari ini kulihat. Teman-teman sibuk mencari teman cowok yang masih jomblo dan menawarkan kepada Maya yang belum menikah dan hanya diterima dengan senyum meringis khas maya yang manja.Bella Rolia, ini dia kawanku yang aku anggap paling luar biasa, saat pertama dia datang tak seorangpun diantara kami yang mengenalnya, dengan gamis dan cadar, jika saja dia tak bersuara hingga pulang pasti kami akan saling bertanya, siapa gerangan dia.ternyata jika hidayah Tuhan datang tak ada seorangpun yang yang mampu menolaknya, seperti itulah Bella, dengan penampilanya saat ini tak ada seorangpun dari kami yang mampu membayangkannya 30 tahun yang lalu, si tukang pesta bisa berubah 360 derajat.Sampai-sampai mimi berbisik siapa yang kayak malaikat maut turun dari mobil? langsung mematikan rokok, yang baru separuh di hisapnya. Aku tertawa, menyadari bahwa ternyata seperti apapun penolakan orang itu tentang sesuatu, namun jauh di lubuk hatinya kebenaran tidak bisa ditolaknya, meski dengan label yang ggak enak di dengar.
Malam ini, ada hal yang aku catat di hati, bahwa persahabatan akan indah, jika kita mengisi dengan keterbukaan menerima sahabat kita seperti apapun adanya dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s