Happy new year 2009

16122008440 Sejak sore anak-anak sudah ribut pengen jalan-jalan menyambut pergantian tahun, malah si bungsu sudah siap dengan terompet dan segala-pernak-pernik untuk persiapan perayaannya. Aku dan ayahnya hanya bisa tersenyum karena sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam, seperti halnya tahun kemarin mereka ribut ingin begadang semalamam, menunggu pergantian tahun dengan meniup terompet, menyaksikan pesta kembang api, menanti dentuman petasan yang menandai kita telah memasuki tahun baru, tapi yang terjadi kemudian mereka sudah terlelap sebelum pukul sepuluh malam.
Malam ini, di seluruh penjuru kota banyak di bangun panggung-panggung untuk pementasan band gratis, para pedagang terompet bisa kita temui di hampir semua tempat, karena mereka benar-benar menggunakan momen ini untuk mengais rezeki. Hampir semua jalur jalan menuju pantai talise, satu-satunya tempat yang menurutku bisa mempertunjukkan indahnya kota palu sebagai kota teluk secara utuh, dari sana sejauh mata memandang akan nampak lautan yang menjorok keluar, yang unik karena di tengahnya kita akan melihat perbedaan warna yang menakjubkan yang di sebabkan bertemunya air laut dan air sungai yang membelah kota palu menjadi palu barat dan palu timur , jika kita menoleh kebelakang maka akan tampak gunung-gunung yang berjejer rapi dengan bukit-bukit kaktus di hadapannya, membentuk tiga perempat lingkaran seolah mengurung kota Palu di tengahnya, dan pada malam seperti ini, dengan cahaya bulan yang tidak terlalu terang gunung-gunung nampak seperti monster yang menggenggam kota dalam tangannya yang kokoh, sebaliknya laut bagaikan rambut sang Putri, tergerai bebas tampa pengikat.Ah…. indahnya kotaku.dan satu-satunya hal yang merusak semua itu adalah bisingnya suara kendaraan, suara sempritan pak polisi yang mengatur lalu lintas, di tambah pula dengan suara musik yang bersaing dari kedai-kedai makanan yang berjejer rapi sepanjang pantai. Tapi apapun itu aku tetap tidak bisa melupakan bahwa pemandangan di hadapanku saat ini teramat menakjubkan, betapa tidak, Laut kelihatan tenang tampa gelombang, bulan seperti gadis yang tersenyum malu-malu, ada beberapa bintang yang terlihat, tidak seramai malam-malam sebelumnya, itupun sudah lebih dari cukup membuatku terpukau saking indahnya. Rasanya tidak pernah bosan menikmati semua keindahan itu, layaklah jika Tuhan mempertanyakan kepada kita nikmatNya yang mana lagi yang kita dustakan? nikmatNya yang mana lagi yang kita sangsikan? Semua telah Ia limpahkan, kehidupan indah yang sampai detik ini hampir 42 tahun aku jalani, dengan berbagai macam keajaiban, aku bisa melihat dan menikmati pemandangan ciptaannya seperti malam ini, aku bisa mendengar segala sesuatunya , bahkan desau angin yang teramat lembut, suara riak gelombang laut di luar sana, mendengar celoteh anak-anak sambil memandang binar mata mereka, anugerah penciuman sehingga aku bisa menikmati harum bunga-bunga, wangi rumput, mencium wangi dan harumnya kulit anak-anakku, di atas semua itu aku mampu merasakan kasih orang-orang tercinta, kasih kedua orang tua yang tiada putus hingga saat ini, kasih suami yang rasanya tak pernah berkurang bahkan setelah 16 tahun bersama (semoga tetap seperti itu hingga nafas berakhir), kasih anak-anak, kasih sahabat-sahabat yang kesemuanya menambah kekayaan batin. Yah keajaiban itu memang perlu di renungkan, karena terlalu sering kita mengagumi keajaiban ciptaan manusia, mengagumi kekokohan candi borobudur, mengagumi keajaiban Taj mahal karena indahnya dan terpukau karena kisah di balik pembuatannya, mengagumi segala sesuatunya dengan berbagai macam alasan yang mengukutinya, sementara keajaiban yang ada pada diri kita, yang kita mamfaatkan setiap detik dalam setiap helaan nafas, kita anggap sesuatu yang sangat biasa, seolah-olah hal itu memang sudah seharusnya seperti itu, tidak menjadikan kita bersyukur, tidak membuat kita berfikir tentang betapa hebatnya sang pencipta, atau malah semakin menambah kecintaan kita kepadaNya dan meningkatkan frekwensi ibadah kita karena memang untuk itulah kita ada dan hadir didunia ini.
Selama hampir 42 tahun hidupku, entah telah berapa banyak mereka yang tersakiti, karena sikapku, karena ucapanku bahkan mungkin karena hal-hal yang tidak kusadari dan tidak ada hubungannya dengan mereka sekalipun, dan jika di urut-urut lagi betapa sedikitnya hal-hal yang menyenangkan yang sudah kulakukan untuk orang-orang tercinta, meskipun jauh di lubuk hati keinginan untuk memberikan segalanya, menyenangkan semua orang dan memberikan segala hal terbaik bagi mereka sudah ku ikrarkan, tapi tetap saja rasanya belum maksimal, yang lebih menyedihkan betapa sedikitnya aku menyiapkan bekal yang akan aku bawa jika kemudian Sang Pencipta memanggilku, Padahal akupun sangat memahami bahwa panggilan itu pasti tiba dan tidak ada kemungkinan sekecil apapun untuk menunda atau mengulurnya.
Mungkin perenungan ini sudah sangat terlambat, karena baru terjadi justru pada saat sudah demikian panjangnya kesempatan hidup yang Dia berikan untukku, memalukan sekali karena baru kusadari justru pada saat mataku mulai lamur, jemariku mulai terasa ngilu, gigiku mulai rontok dan kulitku tak lagi seindah dulu. Jujur hal ini membuatku gamang, dan klimaksnya membuatku tidak dapat sepenuhnya memejamkan mata dengan tenang, menikmati pemandangan dengan sepenuh hati, Jika saja…… seandainya…… tapi bukankah itu juga bukan jalan keluar? satu-satunya hal yang menghiburku adalah pengetahuan bahwa mengetahui dan menyadari kekuranganku saat ini dan berniat memperbaiki adalah lebih bermamfaat ketimbang aku membiarkan pikiranku galau dan tidak berbuat apa-apa. Bukankan lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali?
Suara terompet yang bersahutan, gegap gempita suara petasan membahana serta kerlip kembang api pertanda pergantian tahun telah tiba. Happy New year 2009. Kuhirup udara sepenuh dada, untuk keyakinan dan rasa syukur serta damai yang semakin membungkah dalam dada.
Taste is relative, but to be positive and vital it must respect the past, accept the present and look forward with enthusiasm to the future”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s