Bahasa Cinta

Saat ini seperti biasanya aku bangun dengan semangat yang menggebu-gebu menyambut hari, ciuman selamat pagi dari si bungsu,  senyum manis si sulung kembar yang mulai beranjak dewasa,  bahkan celoteh putriku yang meminta penjelasan tentang pr nya semalam kepada abangnya, waduh ….ramai sekali, tapi bukankah itu sebuah kenyataan yang membahagiakan, bahwa hidup kita di kelilingi oleh orang-orang terkasih, titipan Tuhan yang seharusnya kita pelihara, kita jaga dan rawat,bukan Saja untuk kebahagiaan mereka  tapi lebih pada kebahagiaan kita sebagai orang tua yang diawali dengan  mengetahui bahwa di dalam rahim kita ada kehidupan baru, saya kira merupakan pengalaman maha dahsyat bagi siapa saja yang pernah merasakannya,  Saat sembilan bulan  sepuluh hari adalah  hari dengan detik-detik yang mencegangkan,  serba luar biasa, lebih-lebih bagiku karena kehamilan pertama sekaligus Tuhan menitipkan bayi kembar. Tadinya aku berpikir bahwa hari-hari dalam proses kehamilan adalah yang paling menyenangkan, merasakan gerak mereka di dalam tubuh kita, berkomunikasi dengan mereka melalui usapan dan belaian, menerima respon mereka dengan menggelinjang dan menendang adalah hal-hal yang luar biasa (Unspeakable) tapi ternyata…,  memandang mereka secara nyata, memeluk dan merasakan kehangatan mereka di dada kita adalah hal lain yang membuat kebahagiaan itu lebih sempurna. Sebuah hadits yang aku baca mengatakan, Tuhan membagi kasih sayang menjadi 100 bagian, menyimpan 99 bagian untukNya dan menurunkan satu bagian ke bumi, karena satu bagian itulah hingga unta rela menyingkirkan kakinya dari anaknya yang baru lahir karena takut terinjak. Tuhan menebarkan satu bagian kasih sayang dalam berbagai tampilan ciptaannya,  Bumi yang terhampar  luas,  gunung yang terpancang tinggi,  sungai yang mengalir,  samudra yang membentang, aneka tanaman, berbagai macam hasil laut, Aneka hewan yang kesemuanya dapat di mamfaatkan untuk kesejahteraan Manusia sebagai mahluk yang di tunjuk sebagai khalifah karena kasih sayangNya,  hal lain yang begitu dekat dengan kita adanya mahluk-mahluk mungil yang di titipkan kepada kita, yang dengan melihatnya saja sudah mampu menguras semua rasa kasih kita, namun anehnya, sebanyak apapun Tuhan menganugerahkan kita anak, kasihnya yang seluas samudera tidak pernah habis untuk kita pakai dan bagikan, meskipun setiap anak kita limpahi dengan jumlah yang sama besarnya, bahkan bertambah dari hari kehari tapi kasih itu tidak berkurang sedikitpun. Bahkan jikapun kita bagi  lagi kepada semua sahabat yang kita miliki, semua saudara yang kita punyai atau siapapun yang kita temui rasa kasih itu tetap saja sama nilainya, sama besarnya bahkan akan terus seperti itu. Betapa luasnya kasih Tuhan, hingga yang satu bagian pemberiannya saja membuat hidup kita jadi begitu penuh warna, dinamis,  syarat dengan energi yang teramat dahsyat sehingga mampu menciptakan ibu-ibu luar biasa yang mampu melahirkan dan membentuk pemimpin-pemimpin sukses, membentuk pengusaha-pengusaha handal,  seniman-seniman besar, maha guru dsb.
Picture 053
Begitu Transparan bahasa CintaNya,  sehingga hanya mereka yang buta yang tak mampu melihatnya,  begitu lugas bahasa CintaNya karena hanya mereka  yang Tuli yang tak bisa mendengarnya, begitu Syahdu bahasa Cintanya hingga hanya mereka yang bebal yang tak tersentuh karenanya. Begitu tegas bahasa cintaNya sehingga menjadi keharusan bagi kita untuk selalu membagi keindahan dan kebahagian untuk semua orang di sekeliling kita. Karena semua telah disampaikanNya akankah kita menafikan Kasih sayang dan cinta yang tulus dari suami dan anak kita? Perhatian dan cinta dari seluruh siswa-siswa kita? sahabat dan kerabat? bukankah mereka juga memberikan semua itu karena mereka ingin menerjemahkan bahasa cinta Tuhan dalam kehidupan mereka?bukankah akan menjadi indah jika kita membalas semuanya dengan cinta, kasih, dan perhatian yang lebih besar? karena itupun tidak akan mengurangi rasa yang telah di anugerahkanNya, bahkan akan membuat kita semakin kaya dan tidak pernah kesepian, karena setiap kali tangan  kita terulur untuk menjalin persaudaraan itu berarti tampa kita sadari, kita sudah menjalin dawai emas yang tak nampak begitulah setiap kali kita membagi rasa kasih maka dawai itu akan terus mendentingkan lagu merdu yang syahdu memenuhi jiwa.Malaikatku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s